Yamaha Aerox

Delapan Kecamatan di Kabupaten Bandung Siap Laksanakan ORI

  Selasa, 13 Februari 2018   Hengky Sulaksono
Ilustrasi difteri. (medicalencyclopedia.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Delapan kecamatan di Kabupaten Bandung siap melakukan Outbreak Response Immunization alias ORI dalam waktu dekat. Imunisasi dilakukan sebagai upaya penanggulangan kejadian luar biasa difteri.

Kedelapan kecamatan yang bakal melaksanakan ORI difteri di antaranya Soreang, Kutawaringin, Pasirjambu, Margaasih, Banjaran, Paseh, Nagreg, dan Cikancung. ORI tersebut akan dilakukan di setiap puskesmas pada Senin (19/2/2018).

"Sasarannya adalah anak usia 1 sampai 19 tahun, dengan volume berbeda-beda. ORI sendiri merupakan strategi untuk mencapai kekebalan individu dan komunitas hingga  90-95%, sehingga KLB difteri bisa diatasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustijadi di Aula Gedung Korpri Soreang, Selasa (13/2/2018).

Dia mengklaim jika Dinas Kesehatan sudah melakukan pendataan sasaran jangkauan persiapan ORI. Hasil pendataan, 35.667 orang bakal melakukan imunisasi di Soreang, Kutawaringin 31.850 orang, Pasirjambu 28.493 orang, Margahayu 37.927 orang, Banjaran 44,443 orang, Paseh 44.472 orang, Nagreg 18.743 orang, dan Cikancung sebanyak 30.748 orang.

"Target sasaran ORI difteri ini berlangsung satu bulan. Namun untuk kecamatan yang angka imunisasinya besar, akan dibantu dengan puskesmas ring satu yang tidak melakukan ORI," ujar Achmad.

Terdapat tiga jenis vaksin yang bakal diberikan saat imunisasi, antara lain DPT (difteri, pertusis, tetanus), DT (difteri dan tetanus), dan TD (tetanus dan difteri). Pemberian jenis vaksin disesuaikan dengan usia penerima.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, angka kasus difteri pada 2018 mencapai dua kasus. Pada 2017, tercatat tujuh kasus difteri terjadi di Kabupaten Bandung.

Komite Ahli Difteri Kementrian Kesehatan untuk Difteri, Anggraeni Alam, menggolongkan difteri sebagai salah satu penyakit yang sangat menular. Difteri, imbuhnya, dapat dicegah dengan imunisasi.

"Cakupan imunisasi sudah luas dilakukan. Namun mengapa  kasus kematian dampak difteri masih tinggi? Untuk daerah suspect positif sebetulnya bukan pada penanganan yang sakit, tapi lebih pada menurunkan potensi penularan,” ujar Anggi.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekertariat Daerah Kabupaten Bandung, Yudhi Haryanto berharap semua pihak bisa bersikap responsif terhadap segala kemungkinan terjadinya kasus difteri di Kabupaten Bandung. Dia mendorong semua pihak berperan aktif ambil bagian dalam mensukseskan ORI difteri di Kabupaten Bandung, khusus kerja sama masyarakat sebagai penerima vaksin.

“Saya harap semua bisa berperan aktif, memberikan informasi, mengedukasi, dan memotivasi. Masyarakat jangan takut apalagi  menolak vaksin, karena ini sangat penting. Ajaklah anak Anda untuk diberi vaksin agar terhindar dari penyakit difteri yang mematikan ini," kata dia. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar