Kreasi Eksperimental DKV ITB Dipamerkan di Braga

  Sabtu, 10 Februari 2018   Hengky Sulaksono
Pameran karya eksperimental mahasiswa DKV ITB di Gedung Gas Negara, Jalan Braga, Kota Bandung. Pameran tersebut diselenggarakan 9-11 Februari 2018.

BRAGA, AYOBANDUNG.COM -- Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan pameran karya eksperimental di Gedung Gas Negara, Jalan Braga, Kota Bandung. Pameran tersebut diselenggarakan 9-11 Februari 2018.

Pameran karya ini merupakan agenda yang rutin diselenggarakan mahasiswa DKV saban dua tahun. Pameran kali ini, ialah yang keempat kalinya digelar. Bertajuk Masaraya (masa perayaan) pameran kali ini hendak merayakan geliat perkembangan desain visual yang mulai menemukan panggung utamanya di era digitalisasi.

Puluhan karya gubahan mahasiswa DKV ITB dari berbagai angkatan dipentaskan melalui berbagai medium. Instrumen layar datar komputer, instalasi buatan, hingga karya-karya berbentuk dua dan empat dimensi menghiasi setiap sudut ruangan yang berada di pusat kota teresebut.

Secara tematik, karya eksploratif yang hendak menggambarkan semangat utopianisme ini terbagi ke dalam lima jenis, antara lain teknologi, spiritual, budaya, ekologi, sosial. Tiap-tiap karya merepresantiskan ekspresi kreator yang terkait dengan lima tema dalam pameran.

Ketua Pelaksana Pameran, Fadjar Kurnia Sopian mengatakan, karya-karya yang dipamerkan memang lekat dengan nuansa eksperimental. Tak ada batasan medium maupun material baku yang ditetapkan. Sebagaimana eksperimen karya pada umumnya, pameran mencoba menjembatani ruang imaji dan kreasi konkret yang ditumpahkan kreator.

"Tidak ada batasan yang baku baik secara konsep, visual, maupun secara material. Benang merah dari tiap-tiap karya ini ada di gambaran dunia utopia yang diperlihatkan dalam karya," kata Fadjar, Sabtu (10/2/2018) siang.

Ekspresi utopianisme ini, bisa dilihat dari beragam eksperimen karya yang dikerjakan. Karya-karya desain visual yang umumnya merujuk pada karya berbasis cetakan kertas dua dimensi, dieksplorasi sedemikian rupa hingga menghasilkan wujud yang beragam.

Kebebasan menuangkan ekspresi melalui berbagai medium dan material ini menurut Fadjar juga merupakan salah satu ciri karya eksperimental di ranah desain komunikasi visual. 

"Kebebasan eksplorasi yang diberikan dalam karya-karya ini sebenarnya merupakan ciri khas seni. Sementara DKV lebih kepada penyelesaian masalah. Jadi di situ memang ciri eksperimentalnya bisa dilihat," katanya.

Beberapa karya cetakan dua dimensi yang lazim dalam dunia desain visual masih bisa ditemui dalam pameran ini. Selebihnya, karya-karya ditampilkan secara pusparagam. Karya visual yang terpampang di dinding melalui cahaya proyektor, pelbagai instalasi mini bermaterial kertas, buku-buku bergambar, hingga berbagai rekayasa visual lainnya yang tak kalah menggugah.

Sejumlah karya juga dikerjakan secara kolaboratif dengan mahsiswa lintas disiplin ilmu. Karya instalasi pohon berukuran 2x2 meter misalnya, dikerjakan bersama mahasiswa Teknik Sipil ITB. 

"Ini juga merupakan sesuatu yang ingin kita sampaikan, bahwa DKV itu tidak mungkin berdiri sendiri. Selain mengeksplorasi sisi seni yang eksperimental, kita juga memgusung semangat kolaborasi," ujarnya.

Sebagai representasi spirit utopianisme yang dibawa, para mahasiswa juga secara khusus mendesain sebuah ruangan di lantai dua bangunan. Dinamai dark room, ruangan bernuansa gemerlap ini dikelilingi beragam objek eksentrik. Ruangan ini dikhususkan bagi pengunjung yang hendak berfoto dengan suasana penuh fantasi.

Selain memamerkan puluhan karya seni eksperimental, pameran ini juga diselingi lima sesi bincang-bincang seputar proses kreatif dan desain grafis yang dihadiri sejumlah narasumber. Dua sesi bincang-bincang bertajuk Future Graphich Design dan Art X Design diseleggarakan pada Sabtu (10/2/2018), sedangkan tiga sesi lain Advanced Design, Behind The Project, serta Kreavi Talks dihelat pada Minggu (11/2/2018).

Berbagai diskusi yang diselenggarakan menurut Fadjar hendak memperkenalkan DKV secara umum kepada pengunjung. Diskusi juga hendak memproblematisir beberapa persoalan yang menerpa disiplin DKV belakangan ini. Future Graphic Design misalnya membahas persoalan medium DKV di era digitalisasi.

"Di DKV itu, kan, secara tradisional medium yang digunakan berupa cetakan kertas. Tapi di era digitalisasi sekarang, praktiknya sudah banyak ada pergeseran, ada banyak media. Persoalan medium ini menjadi salah satu persoalan yang kita bahas," tegasnya. 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar