Yamaha NMax

Cinta Israel untuk Mariyuana

  Rabu, 07 Februari 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi -- Seorang ilmuwan meneliti ganja medis. (Instagram @GemmaCert)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Dari penelitian ilmiah yang inovatif hingga ekosistem yang didorong oleh invenstasi pemerintah dan kebijakan liberal, Israel kini menemukan dirinya berada di pusat industri ganja medis.

Industri ganja legal di Israel meraup keuntungan US$ 150 miliar pada 2017. Israel mengkolaborasikan kecanggihan teknologi, pertanian, dan medis untuk menjadi ujung tombak pertumbuhan industri ganja medis dunia.

Industri ganja medis ini dipelopori oleh ilmuwan Israel, Raphael Mechoulam, pada tahun 1964. Melansir The Culture Trip, ahli kimia di Hebrew University of Jerusalem ini mengidentifikasi komponen psikoaktif utama dari ganja, tetrahydrocannabinol (THC).

Mechoulam kemudian menemukan sistem endocannabinoid (reseptor terbesar di tubuh manusia) di mana otak manusia menghasilkan cannabinoid sendiri. Penemuan ini melegitimasi studi tentang ganja yang ujung-ujungnya mendorong berbagai penelitian anyar.

Selama 50 tahun, Israel masih memimpin.

Penelitian itu menunjukkan bagaimana ganja dapat mengobati beragam kondisi. Mulai dari autisme hingga penyakit kronis serupa epilepsi dan patah tulang.

Sebagai “godfather” ganja medis, Mechoulam berpulang menjelang masa pensiunnya. Generasi anyar bermunculan. Salah satunya Lital Magid yang pernah meraih beberapa penghargaan. Ia mendapat banyak pujian karena mensintesis 22 strain cannabinoids (bagian dari tanaman ganja yang dapat mengobati penyakit neurologis dan inflamasi).

Israel juga merupakan rumah bagi sejumlah perusahaan ganja medis. Pada tahun 2016, perusahaan ganja medis di Israel mencatat investasi sebesar US$ 250 juta. Lebih dari 500 bisnis ganja medis di Israel mengajukan lisensi untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengekspor produk ganja.

Salah satu yang paling menonjol adalah Syqe Medical, yang telah mengembangkan inhaler ganja medis dengan dosis tepat dan optimal bagi pengguna.

Dominasi Israel di industri ganja medis dibantu oleh kebijakan liberal pemerintahannya. Banyak dokter di Israel juga akan dilatih dan diberi wewenang untuk menjadikan ganja sebagai salah satu resep medisnya.

Saat ini, lebih dari 110 uji klinis di Israel melibatkan ganja. “Angka itu jauh lebih banyak daripada negara lain,” ujar penasihat medis senior di unit ganja medis di Kementerian Kesehatan Israel, Michael Dor. 

Israel tampaknya begitu mencintai ganja. Kombinasi pelbagai faktor itu meningkatkan komitmen Israel untuk mengembangkan penelitian-penelitian ganja. Sebutan Israel sebagai "spark-up nation" semakin pas.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar