Yamaha Aerox

Tahun Politik 2018, Momen Krusial dalam Demokrasi

  Sabtu, 13 Januari 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Tahun 2018 adalah momentum paling krusial dalam demokrasi di Indonesia. Setidaknya itu yang menjadi perhatian Indonesia Corruption Watch alias ICW. Di tahun ini, ICW melihat adanya ancaman korupsi di balik ajang kontestasi politik di berbagai daerah.

Dalam keterangan resminya pada Sabtu (13/1/2018), ICW mengatakan jika tahun 2018 adalah tahun politik. Adanya perhelatan Pemilihan Kepala Daerah Serentak di 171 daerah, ditambah dengan dimulainya tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019. Maka tak aneh jika ICW menilai kontestasi elektoral ini bakal diwarnai berbagai macam masalah, salah satunya korupsi.

Hal ini terindikasi mulai dari permainan anggaran, pemberian perizinan usaha, jual beli jabatan di daerah, hingga suap pemenangan sengketa Pilkada pada Hakim Konstitusi.

Jarak antara waktu pencoblosan Pilkada pada 27 Juni dengan jadwal pendaftaran calon Presiden dan Wakil Presiden RI hanya berselang 38 hari. Hal ini semakin mendorong adanya potensi penyimpangan dan konflik.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo meminta rakyat untuk bersama-sama mengelola kebhinekaan dan perbedaan di tahun politik ini agar Indonesia menjadi kekuatan besar dan maju.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio juga sempat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hoaks dan narasi kebencian, apalagi yang menyangkut SARA di tahun politik ini.

“Kuncinya adalah selektif dalam menilai setiap pesan yang beredar dan dewasa dalam menyikapi pesan yang beredar,” kata Hendri.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar