Yamaha Lexi

Tampil Kece dengan Alas Kaki Unik Antipasaran

  Jumat, 12 Januari 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Sepatu Flameon Footmate. (Istimewa)

SUMBERSARI, AYOBANDUNG.COM -- Penampilan menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan. Dengan penampilan sedap dipandnag mata, maka akan semakin meningkatkan rasa pede. 

Berbicara soal penampilan, maka banyak hal pendukung supaya menjadi pusat perhatian. Salah satunya adalah memakai alas kaki yang kece. Pastinya kita tidak mau kalau pakai alas kaki yang seadanya, sudah usang, atau modelnya yang  pasaran.

Kalau biasanya bahan dasar sepatu terbuat dari kulit atau sintesis, cobalah tengok salah satu produk sepatu lokal asal Bandung ini. Namanya adalah Flameon Footmate. Selain namanya yang unik ternyata alas kaki dari Flameon terbuat dari bahan-bahan yang unik.

Cikal bakal dari Flameon Footmate ini berawal di tahun 2007 silam. Sang founder, yakni Aldi Valchon ternyata memang seseorang yang hobi membuat sepatu. Suatu hari, dia iseng bereksperimen membuat sepatu dari celana jeans bekas.

“Awalnya cuma untuk memenuhi kesenangan saja. Tak ada niat untuk bisnis,” katanya saat ditemui, Jumat (12/1/2018).

Tapi dari keisengan tersebut, ternyata orang-orang di sekitar Aldi tertarik dengan sepatu buatannya. Kemudian di tahun 2009, Aldi memutuskan untuk menerima pesanan sepatu dengan sistem by order. Dia pun sudah mulai memikirkan rencana bisnis yang lebih serius dengan menggandeng dua orang rekannya.

Pasang Surut Bisnis Alas Kaki Unik Flameon Footmate

Di tengah perjalanan, bisnis milik Aldi ternyata mengalami pasang surut. Rekan bisnisnya ada yang mengundurkan diri karena perbedaan visi. Tahun, 2010 dia kembali mematangkan brand dengan dibantu oleh seorang teman.

Jika sebelumnya sistem penjualan Flameon memakai cara by order, kini Aldi mulai membuat stok untuk beberapa koleksi sepatu. Aldi juga mulai mempublikasikan produk sepatunya di sosial media.

“Saya juga mulai aktif ikut serta di bazar produk-produk kreatif di Bandung,” ucapnya.

Tidak ingin produk buatannya sama dengan yang sudah lama ada di pasaran, diamelakukan inovasi pada alas kaki Flameon ini. Ketika pertama dibuat, Aldi memakai bahan kain jeans bekas untuk material sepatu Flameon.

“Setelah memutuskan buat memakai sistem stok koleksi, tidak mungkin kan pakai jeans bekas lagi. Akhirnya kami putuskan menggunakan material kain perca jeans,” tuturnya.

Selain menggunakan material yang unik, Aldi juga berani berinovasi dengan membuat sepatu sol berwarna bagi kaum hawa. Lantaran pada saat itu, pilihan sepatu boots untuk kaum hawa masih terbatas. Dan dia menilai, modelnya masih terkesan itu-itu saja.

Meski terbilang sudah berhasil dengan inovasi produknya, tapi ternyata bisnis Aldi kembali ditempa masalah. Brand yang dibangun Aldi beserta partnernya ini bubar karena lagi-lagi ada persoalan perbedaan visi.

Sampai pada tahun 2012, akhirnya Aldi menemukan partner yang cocok dalam mengembangkan bisnis sepatunya ini, yakni Kikko (yang sekarang menjadi istrinya). Di situlah Flameon Footmate lahir.

“Kami pada dasarnya bukan orang yang mengerti bisnis, manajemen, keuangan, dan lain-lainnya. Saya terbantu oleh networking, bantuan teman-teman dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi juga penjualan. Sedangkan Kikko memanfaatkan pemahamannya terhadap target market produk dan berusaha mengerti mereka lewat cara komunikasi, desain grafis, serta pengambil keputusan koleksi dan yang dikeluarkan,” paparnya.

Nama Flameon Footmate diambil dari ide Kikko yang awalnya ingin mengajukan nama brand dengan titel "Flamingo". Tapi karena Aldi kurang setuju dengan nama yang dianggapnya terlalu feminim ini, sambil bercanda Aldi berkata “Meong,”

“Namanya digabungkan menjadi "Flameong", dan akhirnya lahirlah nama "Flameon". Untuk melengkapinya ditambahkan nama "Footmate" dibelakangnya, itu merupakan doa dan harapan kami agar sepatu yang kami buat memiliki ikatan dengan pemakainya,” tuturnya.

Keunikan Sepatu Flameon

Berbeda dari sepatu lainnya, Flameon Footmate menawarkan sepatu-sepatu khusus kaum hawa dengan bahan dasar yang tidak biasa.

“Bahan yang kami gunakan biasa bahkan untuk sebagian orang mungkin dianggap limbah, karena memang merupakan kain perca sisa produksi yang kadang didapatkan secara gratis. Namun bahan-bahan tersebut dinaikkan derajatnya lewat proses-proses yang dilalui,” katanya.

Untuk mendapatkan bahan baku yang premium dan berkualitas, Aldi menjelaskan ada beberapa teknik pengolahan kain atau bahan yang sering digunakan, yaitu bleaching, dip dying, marbling, dan gabungan dari teknik-teknik tersebut. 

Model sepatu yang diproduksi oleh Flameon kini terdiri dari boots, boat, dan mary jane, dengan dibuat berbagai macam warna juga motif-motif yang unik. Produknya juga diberikan nama-nama yang unik yang “cewek banget, seperti Hilla, Flalo, Belle, Keyko, dan Lucy.

Flameon Footmate kini sudah sukses menjaring pasar lokal. Meski begitu Aldi dan Kikko mengaku akan tetap konsisten berkarya, menjaga kualitas produk, terus berinovasi dan beradaptasi dengan perilaku target market.

Nah, kalau Anda berminat memiliki sepatu-sepatu unik Flameon Footmate, Anda bisa memesan lewat media sosial sepeti Twitter, Instagram, dan beberapa layanan e-commerce. Sepasang sepatu dari Flameon Footmate bisa didapatkan mulai dari harga Rp 350.000-Rp 425.000.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar