web analytics
Si Reunceum, Referensi Batik Zaman Now dari Bandung
Oleh Fajar Sukma, pada Dec 21, 2017 | 15:05 WIB
Si Reunceum, Referensi Batik Zaman Now dari Bandung
Stan Batik Reunceum di Fashion Craft Bandung Geulis di Graha Manggala Siliwangi, Bandung. (Instagram @bandungreunceum)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Mengusung model batik kasual modern, Batik Reunceum asal Bandung layak jadi tren mode batik zaman now. Sebab, desain model yang dimiliki Batik Reunceum ini sangat cocok dipakai oleh kawula muda.

Pemilik Batik Reunceum, Tina Satriani mengatakan, segmen Batik Reunceum adalah mereka yang masih kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Mengapa? Jawabannya adalah lantaran desain yang sangat kasual, membuat busana batik yang ada bisa digunakan untuk sehari-hari.

"Mungkin dulu anak remaja enggak mau pakai batik, karena terlalu resmi. Nah, makanya kita bikin yang eye catching dengan perpaduan motif dan warna. Agar, anak-anak muda mau pakai batik untuk sehari-hari dengan tetap kelihatan kece dan trendi," katanya kepada AyoBandung, Kamis (21/12/2017).

Produk batik yang bertoko di Jalan Mars Utara, Bandung ini bisa digunakan pada momen apa saja. Bisa formal maupun non-formal. Tak hanya untuk acara-acara resmi tertentu, tapi juga bisa dipakai untuk hangout.

"Ada beberapa model yang diproduksi Batik Reunceum. Diantaranya blouse, outer, celana kulot, jaket bomber, tunik, kemeja, rok," terangnya.

Banyak hal yang menginspirasi Tina untuk membuat desain busana untuk si Reunceum. Di antaranya tren mode Harajuku dan street style.

"Selain itu, kita juga tetap mengikuti tren fesyen saat ini. Yang  lagi tren modelnya seperti apa? Nah kita biasanya main di motif, bahan, dan warna," jelasnya.

Ada berbagai motif yang ditawarkan Batik Reunceum. Diantaranya motif parang, kawung, slarak, sogan, dan lurik. Sementara untuk bahan, Batik Reunceum menggunakan batik cap Jogja, Solo, Garut, tenun lurik, katun polos, dan linen.

Tina berharap agar anak muda zaman now bisa lebih mencintai batik. Caranya, dengan mulai menggunakan batik untuk kegiatan sehari-hari, agar budaya batik tetap lestari.

Ia berharap khusus untuk kaum muda, agar lebih mencintai batik. Caranya dengan memulai menggunakan batik untuk kegiatan sehari-hari. Tidak hanya di acara resmi saja. Sehingga, dengan perkembangan zaman dan berbagai macam trend fashion, budaya batik masih tetap bisa dilestarikan.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600