web analytics
Komentar Orang Palestina di Yerusalem : "Tentu Kami Tidak Kaget"
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Dec 07, 2017 | 16:11 WIB
Komentar Orang Palestina di Yerusalem :
Ilustrasi -- Warga Palestina. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

AYOBANDUNG.COM – Tidak ada rasa kaget, tidak ada pula rasa marah. Berjalan biasa saja.

Itu tampaknya menjadi suasana hati orang-orang Palestina di Yerusalem, beberapa jam setelah pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di Jalan Salah Eddin dan Az Zahra yang ramai di pusat Yerusalem Timur, orang-orang Palestina melakukan kegiatan mereka seperti biasanya.

Banyak dari mereka yang mengaku tak terkejut dengan rencana Trump yang sangat kontroversial itu. Sebagian besar dari mereka merasa jika nasib dan masa depan mereka diputuskan oleh kekuatan asing, sementara yang lain menyalahkan Otoritas Palestina (PA) atas keadaan saat ini.

Berikut melansir Al-Jazeera, komentar-komentar warga Palestina di Yerusalem terkait pernyataan dan rencana kontroversial Trump :

 

# Thaer Miwali (30), mahasiswa studi film

“Tentu saja saya tidak terkejut. Apa arti Yerusalem bagi PA? Mereka tidak mendukung Yerusalem secara finansial, kulturan, dan bidang pendidikan.”

“Masalahnya adalah pengabaian para politisi terhadap Yerusalem. Bagi mereka, Ramallah adalah ibu kota Palestina.”

# Yania Elias, Direktur Yabous Cultural Center

“Jujur saja, saya terkejut melihat banyak orang yang terkaget-kaget dengan posisi AS, yang tidak pernah menjadi mediator apapun dalam proses perdamaian. AS selalu menjadi pihak dalam konflik di sini, dan di wilayah Arab, dan sekarang telah menjadi jelas bagi mereka yang buta terhadap peran Amerika.”

“Para pemimpin Palestina pada tahap ini harus maju dengan proses persatuan, menghentikan semua hubungan dengan Amerika dan mengakhiri semua bentuk negosiasi (dengan Israel).”

“Satu-satunya hal yang akan memperkuat kita adalah menolak untuk mengakhiri pendudukan. Kami telah kehilangan harapan di dunia Arab, dimulai dengan posisi Arab Saudi. Kita harus mencari negara lain seperti Rusia dan Cina.”

# Imad Muna (50), pemilik toko buku dan kedai

“Trump mungkin menyatakan Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Ini tidak mengecewakan. Tetapi jika dia menyatakan Yerusalem, secara keseluruhan, sebagai ibu kota Israel, maka kita akan bermasalah dengan Pemerintah AS.”

“Jika AS mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota negara Yahudi, dan sebagai gantinya, Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina. Jadi biarlah. Tapi saya yakin jika Palestina harus tetap bereaksi terhadap hal ini.”

# Shahd Yasin (28), pekerja teater

“Tidak ada dari kebijakan AS yang bisa bikin terkejut. Trump telah menemukan dirinya berada di tempat di mana ia harus menenangkan Zionis, jadi saya pikir dia merasa perlu memberi mereka sesuatu yang besar.”

“Secara pribadi, saya tidak bereaksi banyak karena saya tidak berpikir ini akan memiliki efek besar. Maksud saya, apa yang akan berubah? Biarkan Amerika menyatakan apa yang mereka inginkan. Sejauh yang saya tahu, Yerusalem adalah ibu kota Palestina dan menjadi milik kita.”

“Terlepas dari upaya Israel untuk membuat Yerusalem lebih Yahudi, termasuk memberi nama Ibrani ke beberapa jalan kota. Mereka akan menyadari bahwa tidak ada yang bisa mengubah identitas Arab dan Palestina di kota ini.”

“Tentu saja saya menyalahkan PA, karena ini adalah pesta yang kebobolan dan membuat kita terlihat lemah sepanjang waktu.”

Source: Al-Jazeera

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600