web analytics
Mengapa Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Bikin Geger Dunia?
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Dec 07, 2017 | 14:46 WIB
Mengapa Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Bikin Geger Dunia?
Kota Yerusalem. (REUTERS/Ammar Awad)

YERUSALEM, AYOBANDUNG.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Selasa waktu setempat. Tak ayal, ucapan yang keluar dari mulut Trump itu memicu kontroversi di seluruh dunia.

Setelah membuat keputusannya untuk publik, Trump diprediksi bakal memindahkan Kedutaan AS untuk Israel yang sebelumnya berada di Tel Aviv untuk kemudian hijrah ke Yerusalem, sesuatu yang telah lama dinantikan Israel. Sebagaimana pula yang pernah dikatakan Trump pada Maret lalu soal rencana pemindahan Kedutaan AS di Tel Aviv dalam waktu cepat.

Pasukan keamanan Departemen Luar Negeri AS kini telah diperintah untuk mempersiapkan diri menghadapi demonstrasi besar yang berpotensi menimbulkan kekerasan di kedutaan dan konsulat AS jika Trump benar-benar memindahkan kedutaannya.

Namun sebenearnya, apa yang dipertaruhkan di sini? Berikut melansir CNN, beberapa hal yang membuat tindakan Trump begitu kontroversif.

 

Mengapa memindahkan kantor kedutaan menjadi hal besar?

Jika AS memindahkan kantor kedutaannya ke Yerusalem, itu berarti AS mengakui keberadaan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Itu akan membatalkan 70 tahun konsensus internasional dan, banyak yang berpendapat jika hal itu juga akan memberi sinyal pada langkah terakhir untuk mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.

Bagaimana latar belakangnya?

Rencana Perserikatan Bangsa-Bangsa yang disusun pada tahun 1947 menganggap Yerusalem sebagai kota internasional yang terpisah. Namun perang yang mengikuti deklarasi kemerdekaan Israel satu tahun kemudian membuat kota ini terbagi. Ketika pertempuran berakhir pada tahun 1949, kawasan perbatasan gencatan senjata – yang sering disebut sebagai Green Line – melihat Israel menguasai bagian barat dan Yordania menguasai bagian timur.

Kapan itu berubah?

Selama Perang Enam Hari – perang antara Arab dan Israel – pada Juni 1967, Israel menduduki Yerusalem Timur. Sejak saat itu, seluruh kota berada di bawah kekuasaan Israel. Kota ini menandai “Hari Yerusalem” pada akhir Mei atau awal Juni. Tapi orang-orang Palestina, dan banyak masyarakat internasional, terus melihat Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina di masa depan.

Adakah negara lain yang pernah menempatkan kedutaannya di Yerusalem?

Ada. Sebelum tahun 1980, sejumlah negara melakukannya, termasuk Belanda dan Kosta Rika.

Lalu, apa yang terjadi?

Pada bulan Juli 1980, Israel mengeluarkan sebuah beleid yang menyatakan jika Yerusalem adalah ibu kota Israel. Dewan Keamanan PBB menanggapinya dengan sebuah resolusi yang mengecam pengakuan Israel terhadap Yerusalem Timur dan menyatakannya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Jadi, negara-negara itu memindahkan kedutaannya ke luar kota?

Benar. Pada tahun 2006, Kosta Rika dan El Salvador adalah yang terakhir memindahkan kedutaan mereka keluar dari Yerusalem dan bergabung dengan seluruh dunia untuk menempatkan kedutaannya di Tel Aviv. Hingga kini, ada 86 negara yang menempatkan kantor kedutaannya di Tel Aviv.

Bagaimana dengan konsulat?

Beberapa negara menempatkan konsulatnya di Yerusalem, termasuk Amerika Serikat, yang menempatkan konsulatnya di bagian barat kota. Negara lain – seperti Inggris dan Prancis – memiliki konsulat di bagian timur kota, yang berfungsi sebagai perwakilan utama negara mereka di wilayah Palestina.

Jadi, apa posisi Amerika?

AS tidak pernah memiliki kedutaan besarnya di Yerusalem. Kantor kedutaannya selalu berada di Tel Aviv, dengan kediaman Duta Besar di Herzliya Pituach, sekitar 30 menit ke utara.

Kedengarannya agak mudah..

Tunggu sebentar, ini akan menjadi lebih rumit. Pada tahun 1989, AS mulai menyewa sebuah tanah di Yerusalem untuk sebuah kedutaan anyar. Sampai hari ini tanah itu belum dikembangkan dan tetap kosong.

Pada tahun 1995, Kongres AS mengeluarkan sebuah beleid yang mengharuskan AS memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Para pendukung mengatakan jika AS harus menghormati pilihan Israel atas Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jadi mengapa kedutaan AS belum pindah juga?

Setiap Presiden AS sejak 1995 – Bill Clinton, George W Bush, Barack Obama – telah menolak untuk memindahkan kedutaan tersebut. Alasannya, kepentingan keamanan nasional.

Apa saja pilihan Trump jika ia terus keukeuh dengan memindahkan kedutaan?

Yang pertama adalah mengembangkan tanah yang telah disewa AS sejak tahun 1989. Atau, AS bisa mengubah konsulatnya yang ada di Yerusalem menjadi kedutaan. Sebuah pilihan terakhir, meninggalkan kedutaan di Tel Aviv, dan meminta Duta Besar AS di Israel untuk melakukan pekerjaan sehari-harinya di Yerusalem.

Bagaimana orang Israel menanggapi ini?

Pemerintah Israel memuji Trump atas langkah yang dilakukannya. Wali Kota Yerusalem, Nir Barkat bahkan pernah meluncurkan sebuah kampanye beberapa hari sebelum pelantikan Presiden AS dan mendesaknya untuk memenuhi janjinya.

Dan, apa yang dilakukan orang-orang Palestina?

Pemimpin Palestina bersikeras jika AS tetap memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, maka itu akan menjadi pelanggaran hukum internasional dan kemunduran besar untuk harapan perdamaian.

Presiden Palestina Mahmoud Abbad telah meminta bantuan beberapa pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Raja Yordania Abdullah, untuk menekan Trump demi mengubah pikirannya.

Organisasi Pembebasan Palestina juga telah menyarakankan untuk membatalkan semua kesepakatan antara Israel dan Palestina jika tindakan tersebut tetap dilakukan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, orang-orang Palestina memprediksi jika hal itu bisa memicu gelombang kerusuhan, bahkan mungkin demonstrasi jalanan dan kekerasan, di wilayah Palestina dan seluruh dunia Arab.

Ulama Syiah di Irak yang berkuasa, Muqtada al-Sadr, mengingatkan pada Januari lalu bahwa memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem akan mewakili sebuah deklarasi perang terbuka melawan Islam. Dia bahkan menyerukan penutupan kedutaan Israel dan AS di negara-negara Islam.

Sumber foto : REUTERS

Source: CNN

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600