web analytics
Mengenal Difteri, Penyakit yang Tengah Mewabah di Indonesia
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Dec 06, 2017 | 16:13 WIB
Mengenal Difteri, Penyakit yang Tengah Mewabah di Indonesia
Ilustrasi difteri. (medicalencyclopedia.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Difteri tengah mewabah di Indonesia. Di Jawa Timur misalnya, 12 anak meninggal dunia lantaran terserang wabah difteri. Hingga kini, difteri memang masih menjadi salah satu penyakit menular yang mengancam Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sejauh ini ada 11 provinsi yang melaporkan terjadi kejadian luar biasa (KLB) difteri pada periode Oktober hingga November 2017. Diantaranya Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sementara itu, hingga November kemarin, kejadian difteri telah terjadi di 95 kabupaten/kota yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Mengutip ANTARA, Direktur Surveilans dan Karantina Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi mengatakan jika kondisi tersebut salah satunya merupakan akibat dari keengganan masyarakat untuk melakukan imunisasi.

“KLB difteri memang ada dan melulu. 66% kasus difteri disebabkan karena tidak diimunisasi. Jadi ada yang menolak vaksin, ada yang karena kesadaran kurang,” ujar Jane. Padahal, pencegahan difteri dikatakan berhasil melalui imuninasi yang ditentukan oleh cakupan imunisasi minimal 95%.

Tapi apa itu sebenarnya difteri? Sudahkah kita mengenal penyakit tersebut?

Difteri merupakan infeksi bakteri yang memiliki efek serius pada selaput lender hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menyebabkan penyakit ini dapat menghasilkan racun yang merusak jaringan pada tubuh manusia, utamanya bagian hidung dan tenggorokan.

Health Line menulis jika difteri mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Kendati demikian, difteri juga dapat dicegah melalui penggunaan vaksin.

Difteri terbilang pada penyakit yang berdampak serius. Pasalnya jika tidak diobati, difteri bahkan mampu menyebabkan kerusakan parah pada ginjal, sistem saraf, dan jantung.

Penularan difteri dapat terjadi di saat para penderita bersin, batuk, atau membuang napas mereka melalui hidung. Bahkan, jika orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda atau gejala difteri, mereka masih mampu menularkan infeksi bakteri hingga enam minggu setelah infeksi awal.

Gejala

Tanda difteri sering muncul dalam dua hingga lima hari setelah infeksi terjadi. Dalam beberapa kasus, tak ada satu pun gejala yang muncul. Sementara dalam kasus lain, ada pula yang dilengkapi dengan gejala ringan serupa flu.

Gejala difteri yang paling terlihat dan umum adalah lapisan abu-abu tebal pada tenggorokan dan amandel, serta beberapa gejala lainnya seperti di bawah ini :

  1. Demam
  2. Panas dingin
  3. Kelenjar bengkak di leher
  4. Batuk keras
  5. Sakit tenggorokan
  6. Kulit kebiruan
  7. Meneteskan air liur
  8. Kesulitan bernapas atau menelan
  9. Perubahan penglihatan
  10. Berkeringat dan detak jantung yang cepat
Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600