web analytics
Gerakan Nasional Komunitas Desa Membangun Karakter Masyarakat
Oleh Mildan Abdalloh, pada Dec 06, 2017 | 21:26 WIB
Gerakan Nasional Komunitas Desa Membangun Karakter Masyarakat
Ilustrasi -- Kegiatan kreatif serupa membatik yang dilakukan warga Kabupaten Tasikmalaya. (AyoBandung/Danny Ramdhani)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mencanangkan Gerakan Nasional Komunitas Desa.

Ketua Panitia Gerakan Nasional  Komunitas Desa, Zaini Alif mengatakan, membangun karakter masyarakat merupakan hal penting dalam memperkuat berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

"Pembangunan kawasan perdesaan tidak hanya melulu persoalan infrastruktur, tetapi juga persoalan bagaimana membangun karakter warga desa. Berbagai komunitas desa yang bergerak di berbagai bidang kreatif merupakan salah satu upaya menciptakan karakter tangguh bagi warga desa," tutur Zaini, Rabu (6/12/2017).

Dia menjelaskan, lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 6/2016 tentang Desa yang mengamanatkan alokasi dana desa telah mendorong percepatan pembangunan kawasan perdesaan di berbagai bidang. Hanya saja pada tiga tahun pertama pengalokasian dana desa, fokus pembangunan kawasan perdesaan masih seputar persoalan infrastruktur dan layanan sosial dasar. Sementara pembangunan karakter warga desa masih belum digarap secara maksimal.

"Gerakan komunitas desa mendorong lahirnya berbagai wadah dan gerakan yang dilakukan warga desa baik dalam bidang ketrampilan, ekonomi-bisnis, mental spiritual, hingga seni budaya," katanya.

Ketua Komunitas Hong Kabupaten Bandung ini mengungkapkan jika desa mempunyai berbagai potensi baik di bidang pertanian, perkebunan, keindahan alam, hingga seni-budaya. Menurutnya potensi-potensi tersebut belum digarap secara maksimal karena selama ini konsep pemberdayaan masyarakat desa masih tergantung terhadap inisiasi dari pemerintah. Dibutuhkan dorongan kesadaran agar warga desa memahami jika potensi-potensi yang ada di sekelilingi mereka bisa digarap secara mandiri.

"Warga harus bisa melihat potensi-potensi tersebut sebagai sebuah peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu dibutuhkan keberanian berpikir dan bertindak dari warga desa baik secara individu maupun melalui komunitas," ujarnya. 

Dalam gerakan ini, lanjut Zaini, berbagai pemangku kepentingan desa akan bertemu dan mendapatkan berbagai materi penguatan karakter. Di forum ini juga akan dilakukan sharing session dengan para pemateri maupun antarpeserta terkait berbagai komunitas desa yang mulai tumbuh di berbagai pelosok nusantara. Nantinya peserta juga akan diajak secara studi banding ke berbagai komunitas kreatif berbasis desa di Bandung dan sekitarnya.

"Kami berharap dengan adanya gerakan nasional komunitas desa ini warga desa semakin sadar untuk mengali potensi lokal sehingga menciptakan kemandirian dan kedaulatan ekonomi desa," imbuhnya.

Gerakan Nasional Komunitas Desa akan diselenggarakan 6-7 Desember mendatang, di Bandung.  Kegiatan ini akan diikuti ratusan pemangku desa mulai dari kepala desa, pengelola badan usaha milik desa (Bumdesa), aktivis desa, hingga pegiat komunitas desa. Mereka akan melakukan diskusi, sharing session, hingga studi banding ke berbagai komunitas kreatif di Jawa Barat dan sekitarnya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600