web analytics
Setya Novanto, dari Sakit hingga Ditahan KPK
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Nov 20, 2017 | 13:09 WIB
Setya Novanto, dari Sakit hingga Ditahan KPK
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto meninggalkan RSCM untuk dibawa ke rutan KPK di Jakarta, Minggu (19/11/2017). Ketua DPR itu resmi ditahan oleh KPK. (Antara)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Publik kembali digegerkan dengan ulah Ketua DPR, Setya Novanto. Untuk kedua kalinya, ia ditetapkan tersangka dugaan kasus KTP elektronik.

Pada Minggu (19/11/2017) malam KPK berhasil menahan Setnov usai menjalani perawatan di RSCM.

Sebelumnya, Setnov pada Jumat (17/11/2017) mengalami kecelakaan gara-gara mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik. Alhasil, Setnov dibawa ke Rumah Sakit Permata Hijau untuk menjalani perawatan. Sedangkan tiang listrik yang menjadi “korban” tabrakan itu sekarang malah jadi kesohor namanya di mana-mana.

Pada hari itu pula, foto Setnov yang terbaring lemah di rumah sakit beredar. Frederich Yunadi selaku pengacaranya mengatakan Setnov mengalami geger otak dan benjol sebesar bakpao, yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tetapi nampaknya para warganet Indonesia sudah semakin canggih pemikirannya. Dari awal melihat foto Setnov saat dirawat, mereka menemukan sejumlah kejanggalan. Mulai dari selang untuk pernapasan yang tidak tahu ke mana arah sambungannya, sampai jarum infus yang dipakai Setnov yang ternyata adalah jarum infus untuk anak kecil.

Beberapa dokter terkenal seperti Ferdiriva Hamzah dan Tompi turut berkomentar atas kejanggalan tersebut.

Dalam cuitannya, Tompi mengatakan dokter yang menangani Setnov ada perlu sekolah lagi. Lantaran kepala Setnov yang memar malah dibalut menggunakan perban.

Kl kepala kebentur, memar namun gak ada luka luar , trus diperban.... artinya dokternya perlu sekolah lagi," tulis Tompi di akun Twitter-nya @dr_tompi.

Begitupula dengan Ferdiriva Hamzah, dokter yang pernah menelurkan beberapa buku ini pun ikut berkomentar. Kepada seluruh rekan sejawatnya, ia mengingatkan agar mengingat sumpah profesi yang sudah terucap sebelumnya. "Dokter dan perawat yang merawat Setnov, semoga ingat sumpah profesinya,ya,” begitu komentarnya di akun Twitter pribadinya.

Maka publik pun kini menganggap Setnov hanya sedang berpura-pura sakit. Anggapan itu muncul setelah untuk kedua kalinya dua Setnov masuk rumah sakit begitu ditetapkan jadi tersangka. Sebelumnya pada September 2017 silam, Setnov juga pernah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Premier, Jakarta Timur. Saat itu dokter mendiagnosisnya terkena penyakit vertigo.

Momentum sakitnya Setnov ini berbarengan dengan surat pemanggilan dari KPK terhadap dirinya dalam pemeriksaan perdana sebagai tersangka oleh KPK.  Tapi Setnov akhirnya menang dalam putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 29 September 2017. Status tersangka pun akhirnya dibatalkan.

Ketika sudah dinyatakan bebas, Setnov langsung meninggalkan rumah sakit hanya dalam tiga hari setelah status tersangkanya digugurkan. Padahal selain vertigo, ia juga disebut-sebut mengalami sakit jantung, penyakit ginjal, sampai tumor di tenggorokan.

Publik yang menilai Setnov sakit diduga berpura-pura yang berhubungan dengan perilaku malingering.

Stephani Raihana Hamdan, Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung mengatakan malingering merupakan bentuk kemampuan manipulasi dari seseorang untuk menguntungkan dirinya.

Malingering dasarnya itu manipulasi agar dia mendapatkan keuntungan dan menghindari hal yang dia tidak inginkan,” katanya kepada AyoBandung, Senin (20/11/2017).

Sesungguhnya malingering bukan suatu gangguan psikologis, ia menyebut merupakan pola perilaku yang berulang. Umumnya pola tersebut berhubungan dengan perilaku saat yang bersangkutan masih kecil.

“Umumnya muncul saat dia masih kecil. Misalnya dia enggak mau sekolah, kemudian ia beralasan pura-pura sakit agar tidak sekolah,” ujarnya.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600