web analytics
Dipuncak Popularitas, Istiqamah Mundur sebagai Vokalis Payung Teduh
Oleh Asep DM, pada Nov 15, 2017 | 10:45 WIB
Dipuncak Popularitas, Istiqamah Mundur sebagai Vokalis Payung Teduh
Mohammad Istiqamah Djamad (instagram)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Penggemar kelompok musik Payung Teduh sepertinya sulit akan mendengarkan suara khas Mohammad Istiqamah Djamad bersama grup yang telah membesarkannya mulai tahun depan.

Istiqamah yang akrab dipanggil Is telah menyatakan mundur dan pamit sebagai vokalis di Payung Teduh. Seperti dilansir dalam beberapa media online, Is menyampaikan kabar itu setelah manggung bersama Payung Teduh dalam konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol. 3 Payung Teduh 'Catra Adhum' di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017) malam. 

"New episode kali ya, petualangan dengan Payung Teduh mungkin, bukan mungkin, tapi akan berakhir di 2018. Saya sih yang mundur, teman-teman tetap," ujarnya. 

Payung Teduh memang mengalami badai ujian berat setelah lagu Akad yang menjadi sangat popular dan dicover oleh banyak musisi. Istiqamah sempat protes karena banyak cover single Akad itu tanpa izin, dan menjadi produksi komersial.

Protes ini kemudian menjadi prokontra, namun kemudian Is mengklarifikasi jika cover lagu Akad yang disayangkan diprotes adalah yang dibuat menjadi komersial.

Lagu Akad pada awal kemunculannya juga semat dikritik oleh penggemarnya karena tidak sesuai dengan genre yang selama ini dibawakan.

Sebelum popular lewat lagu Akad, Payung Teduh sebenarnya banyak dikenal lewat komunitas-komunitas terbatas.

Payung Teduh merupakan band alternatif Indonesia beraliran fusi antara Folk, Keroncong dan Jazz atau yang biasa disebut Musik Indie. Band ini lahir dari dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemusik di Teater Pagupon yang senang nongkrong bersama di kantin Fakultas Ilmu pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Mereka adalah Istiqamah Comi Aziz Kariko yang senang bermain musik bersama di kantin, selasar gedung kampus, tepi danau hingga event – event di luar kampus.

Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is dan Comi. Pada 2008 kemudian diajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele pada tahun 2010. 

Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis dipenghujung 2010.

Tanda-tanda kepergian Is juga sudah disampaikan melalui akun instagramnya @pusakata.

“Udah tiba saatnya membawa musik kembali ke rumahnya. Petualang selanjutnya mungkin akan lebih berat atau mungkin biasa saja. Bahkan mungkin lebih tak terduga. Semoga bekal ini cukup untuk melangkah. Seperti sungai, mari bertualang ke laut,” ujar Is.

Nampaknya daya tahan sebuah band memang diuji saat dipuncak popularitas. Mungkin ini juga yang terjadi dengan Paung Teduh, apakah mempertahankan genre musik yang sesuai dengan hati nurani, atau mengikuti arus pasar? 

Editor : Asep DM
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600