web analytics
Australia Menuju Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Nov 15, 2017 | 11:47 WIB
Australia Menuju Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis
Ilustrasi LGBTQ. (REUTERS/Luke McGregor)

CANBERRA, AYOBANDUNG.COM – Warga Australia mendukung pernikahan sesama jenis dalam sebuah survei. Hasil survei itu memastikan Parlemen bakal mempertimbangkan untuk mengesahkan pernikahan sesama jenis di tahun ini.

Pemerintah Australia berjanji untuk mengesahkan sebuah beleid soal pernikahan sesama jenis yang bakal digodok oleh parlemen dalam beberapa pekan ke depan dan akan berakhir pada 7 Desember mendatang.

Ribuan pendukung pernikahan sesama jenis melambaikan bendera pelangi LGBTQ. Mereka bersorak ketika hasil itu diumumkan. Sebanyak 62% masyarakat Australia mendukung apa yang mereka perjuangkan.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull, seorang advokat yang vokal meneriakkan kesetaraan pernikahan, meminta anggota parlemen untuk memberikan hasil yang luar biasa.

“Mereka memilih ‘ya’ untuk keadilan. Mereka memilih ‘ya’ untuk komitmen. Mereka memilih ‘ya’ untuk cinta,” ujar Turnbull sebagaimana dilansir dari TIME pada Rabu (15/11/2017). Setelah ini, Turnbull menyerahkan kepada parlemen untuk melanjutkannya. “Untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dipilih orang-orang Australia.”

Irlandia adalah satu-satunya negara lain yang melakukan pernikahan sesama jenis dengan pemungutan suara yang populer, namun referendum itu mengikat. Pada tahun 2015 lalu, Irlandia mengubah konstitusi mereka untuk memungkinkan adanya kesetaraan pernikahan.

Di Australia, pemungutan suara dalam pemilihan dan referendum ini bersifat wajib. Namun senat menolak untuk memberikan suara yang mengikat.

Komite Hak Asasi Manusia PBB pada pekan lalu mengkritisi Australia lantaran menempatkan kaum LBGTQ di posisi terendah. Terlepas dari hasil survei, komite meminta Australia membuat undang-undang untuk kesetaraan pernikahan.

Beberapa anggota parlemen, pada Senin lalu, merilis sebuah rancangan undang-undang tentang pernikahan sesama jenis. Pertama, rancangan itu diajukan oleh senator James Paterson, yang menurut para kritikus akan mengurangi perlindungan kaum LGBTQ dari tindak diskriminasi.

Senator lain, Dean Smith, mengusulkan sebuah rancang undang-undang terpisah yang isinya disukai oleh Turnbull. Rancangan itu mengesampingkan kompromi apapun yang merugikan kaum LGBTQ dari diskriminasi.

Source: TIME

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600