web analytics
Jabar Tetapkan Siaga Banjir dan Longsor hingga Mei 2018
pada Nov 15, 2017 | 11:59 WIB
Jabar Tetapkan Siaga Banjir dan Longsor hingga Mei 2018
Banjir di wilayah Cigosol, Kel. Andir Kecamatan Baleendah (instagram @actjabar)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Pemprov Jabar menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor di 27 kabupaten/kota terhitung sejak tanggai 1 November 2017 sampai dengan tanggal 31 Mei 2018.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Bencana Tanah Longsor  itu akan dievaluasi sesuai kebutuhan dan kondisi di lapanga.

“Masa berlakunya dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan," kata Gubernur yang akarab disapa Aher dalam siaran persnya, Rabu (15/11).

Aher mengemukakan penetapan status siaga banjir dan tanah longsor tersebut didasarkan informasi prakiraan musim hujan tahun 2017/2018 dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta prakiraan wilayah potensi gerakan tanah di Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober 2017 dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan dan Geologi, pernah meningkatkan status keadaan darurat bencana di Provinsi Jawa Barat.

"Setelah rapat koordinasi dengan semua pihak, maka perlu menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor di Provinsi Jawa Barat," kata dia.

Daerah kabupaten/kota yang ditetapkan status siaga banjir dan tanah longsor diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut.

Kemudian Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Daerah Kabupaten Kuningan, Daerah Kabupaten Majalengka, Daerah Kabupatcn Pangandaran, Daerah Kabupaten Purwakarta, Daerah Kabupatcn Subang, Daerah Kabupaten Sukabumi, Daerah Kabupaten Sumedang, Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Daerah Kota Bandung dan Daerah Kota Banjar.

BANJIR DAYEUHKOLOT

Sementara itu, beberapa wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah masih terendam banjir hingga Rabu (15/11) akibat luapan sungai Citarum. Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Bandung membuat debit air Citarum tak pernah surut. Banjir di wilayah Dayeuhkolot bahkan sudha hamper dua pecan tidka surut.

Gubernur Aher menambahakan pihaknya akan terus mendorong proyek pembangunan kolam retensi Cieunteung dan terowongan Curug Jompong guna mengantisipasi bencana banjir yang melanda kawasan Jawa Barat jika terjadi musim penghujan. 

Kedua proyek garapan pemerintah pusat tersebut diharapkan bisa tuntas pada 2019 mendatang. 

"Sudah disimulasikan, penloknya sudah ada di Pemprov. Insya Alloh terowongan curug jompong akan bisa kita selesaikan," katanya dikutip situs resmi Pemprov Jabar.

Dia menyebutkan sejauh ini persoalan yang timbul ketika banjir melanda suatu kawasan di Jawa Barat maka sulit untuk surut karena masuk ke cekungan Bandung sehingga berkumpul di Sapan.

"Dari puluhan sungai ketika masuk Saguling menjadi satu sungai. Berarti ketika masuk Baleendah dan Dayeuh Kolot menyatu menuju Sapan dan Saguling," paparnya. 

Source: Antara

Editor : Asep DM
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600