web analytics
Buffon Tidak Sendirian, Ini Delapan Tangisan Pesepak Bola Paling Dikenang
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Nov 14, 2017 | 15:54 WIB
Buffon Tidak Sendirian, Ini Delapan Tangisan Pesepak Bola Paling Dikenang
Gianluigi Buffon.(Reuters)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- "Beberapa orang percaya sepak bola adalah masalah hidup dan mati. Saya sangat kecewa dengan sikap itu. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa sepak bola jauh lebih penting dari itu."

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh pelatih terbesar Liverpool asal Skotlandia bernama Bill Shankly. Tentu tidak berlebihan pasalnya sepak bola bukan semata permainan namun lebih dari itu nyatanya dapat mewakili perasaan, budaya bahkan identitas keagamaan.

Setidaknya hal tersebut baru saja dirasakan oleh legenda hidup Juventus Gianluigi Buffon yang menangis karena gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2018 setelah dikalahkan Swedia pada laga play off zona Eropa.

Perlu dicatat jika Buffon belum pernah tertangkap kamera meneteskan air mata. Biasanya justru Buffon yang memberikan pelukan pada rekannya yang menangis seperti Andrea Pirlo hingga Del Piero.

Namun nyatanya Buffon tidak sendirian. Setidaknya menangis tidak mengidentifikasikan sikap feminim dari pribadi pesepak bola. Untuk itu AyoBandung merangkum delapan tangisan pesepak bola paling dikenang dunia.

1. Billy Sharp

Nama Billy Sharp nyaris tidak pernah terdengar di permukaan media. Wajar saja karena penyerang berkebangsaan Inggris tersebut menghabiskan sebagian besar karir sepak bolanya di kasta kedua Divisi Championship.

Namun apa yang pernah dilakukan Billy untuk Doncaster Rovers nyatanya tidak kemudian dapat mengaburkan empati. Ketika itu Billy mencetak gol untuk Doncaster Rovers dalam laga Divisi Championship melawan Middlesbrough pada Oktober 2011.

Alih-alih merayakan kemenangan dengan cita namun Billy justru menangis. Ribuan penonton yang memadati Keepmoat Stadium turut menangis disertai pelukan dari para punggawa Doncaster Rovers.

Dengan penuh emosi, Billy menghadap ke arah pendukung Doncaster Rovers lalu membuka jersey untuk menunjukkan sebuah pesan bertuliskan "thats for you son."

Seperti dikutip dari The Guardian jika ternyata dua hari sebelum pertandingan anak Billy bernama Luey Jacob Sharp baru saja meninggal dunia. Gol tersebut didedikasikan untuk mendiang sang anak.

Uniknya wasit Darren Deadmen memberikan toleransi dengan tidak menghadiahi Billy kartu kuning karena telah membuka jersey. Soalnya aksi tersebut sebenarnya patut dihadiahi kartu kuning namun wasit membiarkan Billy menikmati momen.

2. Jong Tae Se

Korea Utara hadir sebagai kejutan dengan menapaki kedua kakinya di ajang Piala Dunia 2010 silam. Pada laga pertama di babak penyisihan grup mengharuskan Korut berhadapan dengan penguasa Piala Dunia yakni Brasil.

Sebelum pertandingan, Aegukka atau lagu kebangsaan Korut dikumandangkan mengudara seisi stadion. Momen tersebut nyatanya membuat salah satu pemain Korut bernama Jong Tae Se menangis bangga.

Seperti dikutip dari Goal, tidak berselang lama tangisan Jong Tae Se menular pada seluruh pemain Korut yang akan berlaga. Padahal Jong Tae Se sendiri lahir di Jepang dan berjuang keras untuk mendapatkan status warga negara Korut.

3. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo dikenal sebagai pribadi yang jarang menunjukkan ekspresi. Pirlo hanya akan terdiam jika meraih kemenangan dan melakukan ekspresi yang sama ketika mengalami kekalahan.

Namun teori tersebut nyatanya tidak berlaku ketika Juventus dikalahkan Barcelona pada partai final Liga Champions tahun 2015 silam. Seperti dikutip dari Four Four Two jika ketika itu air mata Pirlo tidak tertahan seraya mendapat pelukan empati dari legenda Barcelona Xavi Hernandes.

Tangisan yang memiliki banyak arti karena setelah laga tersebut Pirlo memilih hengkang dari sepak bola Eropa dan mendarat di New York City. Meski menangis namun Pirlo dinilai sangat sportif karena tetap berada di atas lapangan untuk memberikan selamat pada para pemain Barcelona.

4. David Beckham

Sabtu malam tanggal 18 Mei 2013 menjadi salah satu momen paling mengharukan bagi sepak bola dunia. Pasalnya legenda hidup David Beckham memutuskan untuk gantung sepatu di usia 38 tahun dengan Paris Saint Germain sebagai klub terakhirnya.

Pada laga terakhirnya Beckham dipercaya menyandang ban kapten ketika Les Parisiens berhadapan dengan Brest. Pada menit 81 Carlo Ancelotti mengganti Beckham pertanda karir sepak bola suami dari Victoria Caroline tersebut telah berakhir.

Seperti dikutip dari BBC jika Beckham meninggalkan lapangan dengan linangan air mata setelah merampungkan laga tandang terakhir dalam karir profesionalnya selama 20 tahun. Selamat jalan Becks!

5. Mario Balotelli

Kontroversi dan tempramental adalah padanan kata yang serasi ketika menggambarkan pribadi Mario Balotelli. Namun Balotelli tetaplah manusia yang memiliki sisi humanis.

Four Four Two mencatat jika Balotelli setidaknya telah menangis di atas lapangan sebanyak dua kali. Tangisan pertama terjadi di laga Final Euro 2012 ketika Italia meski menerima keunggulan Spanyol.

Lalu tangisan kedua terjadi ketika AC Milan melawan Napoli dalam lanjutan Serie A Italia. Balotelli terlihat menangis karena dihujat dengan perkataan rasis oleh pendukung Napoli. Pasalnya Balotelli memang memiliki warna kulit hitam dan berdarah Ghana namun justru membela Timnas Italia.

6. Cristiano Ronaldo

Ronaldo memang gemar meneteskan air mata pada momen ketika tim yang dibelanya gagal meraih gelar juara. Tangisan pertama terjadi di final Euro 2004 ketika secara mengejutkan Portugal meski mengakui keunggulan Yunani.

Lalu tangisan kedua terjadi ketika laga final Liga Champions 2008 ketika Ronaldo masih membela Manchester United. Bahkan Ronaldo menangis sembari menjatuhkan diri ke lapangan.

Padahal pertandingan yang diakhiri oleh kemenangan Setan Merah melalui perpanjangan adu penalti tersebut belum selesai. Alasannya karena Ronaldo yang menjadi salah satu penendang penalti khawatir jika dirinya menjadi penyebab kekalahan tim.

Tangisan terakhir terjadi pada Euro 2016 lalu. Namun seperti dikutip dari Four Four Two jika tangisan tersebut memiliki dua makna yakni kebahagiaan karena Portugal berhasil melenggang ke partai final. Makna kedua karena Ronaldo mengalami cedera pada laga semifinal sehingga membuatnya tidak dapat bertanding pada partai final.

7. Paul Gascoigne

Paul Gascoigne atau Gazza adalah gelandang Timnas Inggris yang dikenal sangat sangar dan tidak memiliki kompromi. Namun nyatanya eks pemain Tottenham Hotspur tersebut memiliki hati yang lembut.

Hal tersebut dibuktikan ketika laga semifinal Piala Dunia 1990 yang mempertemukan Inggris dengan Jerman. Dalam pertandingan Gazza bermain seperti biasanya yakni keras menjurus kasar. Alhasil wasit memberikan kartu kuning pada Gazza.

Artinya, seperti dikutip dari Four Four Two jika Inggris akhirnya melaju ke final maka Gazza tidak dapat turut bertanding. Gazza lalu menangis tersedu. Publik The Three Lions terkejut bukan kepalang karena yang menangis adalah seorang Gazza.

Meski akhirnya Inggris kalah namun Gazza mendapat simpati dari publik Inggris. Pasalnya tangisan Gazza merupakan representasi dari jiwa petarungnya yang tinggi untuk memberikan segalanya bagi negara. Bahkan peristiwa tersebut diabadikan melalui sebuah nama yang disebut Gazzamania.

8. Darijo Srna

Darijo Srna adalah panutan bagi semua pemain Kroasia tidak tercuali Mario Mandzukic dan Luka Modric. Artinya ketika Srna menangis maka duka menyelimuti publik Kroasia.

Hal tersebut terjadi pada Euro 2016 lalu ketika Kroasia meski menghadapi Republik Ceko dalam laga kedua penyisihan grup. Ketika lagu kebangsaan Kroasia dikumandangkan, Srna menangis pasalnya beberapa hari sebelum pertandingan ayahnya telah dinyatakan meninggal dunia.

Padahal Kroasia telah mengizinkan Srna untuk pulang dan menghadiri pemakaman sang ayah. Namun seperti dikutip dari Mirror, Srna justru memilih bertahan untuk bermain membela negara.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600