web analytics
15.000 Ilmuwan Dunia Serukan Masa Depan Bumi yang Mengerikan
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Nov 14, 2017 | 11:16 WIB
15.000 Ilmuwan Dunia Serukan Masa Depan Bumi yang Mengerikan
Ilustrasi. (AyoBandung/Danny Ramdhani)

AYOBANDUNG.COM – Baru saja Indonesia diingatkan oleh peristiwa terdamparnya 10 ikan paus sperma -- spesies paus bergigi yang terancam punah -- di pesisir kawasan perairan Ujong Batee, Aceh. Salah satu penyebabnya, bisa jadi lantaran adanya perubahan lingkungan.

Bisa jadi peristiwa itu tak hanya untuk menyentil Indonesia, tapi juga dunia. Umat manusia kini diingatkan tentang bahaya yang mengancam semua penghuni Bumi.

Dua puluh lima tahun yang lalu, di bulan yang sama, 1.500 ilmuwan yang tergabung dalam Union Concerned Scientist – termasuk beberapa diantaranya para peraih Nobel sains – menulis sebuah peringatan keras berjudul “World Scientists Warning to Humanity”. Pada intinya mereka khawatir akan kondisi Bumi yang semakin menyedihkan. Mereka menulis bahwa dibutuhkan perubahan sangat mendasar untuk menghindari konsekuensi terburuk ke depan.

Itu terjadi di tahun 1992 silam. Kini, di tahun 2017, jumlah peneliti yang turut bergabung dengan gerakan tersebut bertambah menjadi 15.364. Tapi ini bukan pencapaian. Belasan ribu ilmuwan di dunia sepakat bahwa gambaran Bumi saat ini jauh lebih buruk daripada di tahun 1992. Bumi semakin memburuk.

Pada Senin (13/11/2017), seruan teranyar dari “World Scientists Warning to Humanity : A Second Notice” diterbitkan di Bio Science Journal. Dalam seruan itu mereka menulis :

Pada peringatan 25 tahun ini, kami melihat kembali dan mengevaluasi respon dengan mengeksplorasi data yang tersedia dari waktu ke waktu. Sejak tahun 1992, manusia telah gagal mencapai kemajuan yang memadai dalam memecahkan permasalahan-permasalahan lingkungan secara umum. Dan yang mengkhawatirkan, kebanyakan dari mereka (masalah-masalah lingkungan) semakin parah.

Yang terutama mengganggu adalah lintasan perubahan iklim bencana karena meningkatnya gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan, dan produksi pertanian.

Selain itu, kami juga mengeluarkan sebuah peristiwa tentang kepunahan massal yang keenam sejak 540 juta tahun lalu. Di mana banyak bentuk kehidupan saat ini akan punah pada akhir abad ini.

Umat manusia dikatakan masih menghadapi ancaman eksistensial. Dan para ilmuwan, influencer di media, juga warga, tak berbuat banyak untuk melawannya.

Menukil The Independent, Profesor William Ripple dari Oregon University, yang memimpin tim ilmuwan, mengatakan jika mereka berharap agar seruan dalam makalah yang dibuatnya mampu memicu debat publik yang luas mengenai lingkungan dan iklim global.

Kita harus mengenali, dalam kehidupan kita sehari-hari dan di institusi pemerintahan kita, bahwa Bumi dengan seluruh bentuk kehidupannya adalah satu-satunya rumah kita.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600