web analytics
Menyelamatkan 10 Paus yang Terdampar di Pesisir Aceh
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Nov 14, 2017 | 10:42 WIB
Menyelamatkan 10 Paus yang Terdampar di Pesisir Aceh
Tampak dari atas sejumlah warga berusaha mengevakuasi 10 paus yang terdampar di kawasan Ujong Batee, Aceh, Senin (13/11/2017). (Twitter : Whale Stranding Indonesia/WWF Indonesia)

AYOBANDUNG.COM – Tim penyelamat bekerja sampai larut malam hari kemarin, Senin (13/11/2017). Mereka menyelamatkan paus yang terdampar di perairan dangkal kawasan Ujong Batee, Aceh. Sepuluh paus jenis sperma itu terlihat sejak Senin pagi.

Pejabat lokal, yang dibantu oleh organisasi nirlaba seperti World Wildlife Foundation (WWF) Indonesia, mengkoordinasikan usaha penyelamatan dengan menggunakan jaring, terpal, dan kapal.

Whale Stranding Indonesia – organisasi konservasi mamalia laut di Indonesia – kepada New York Times mengatakan jika semua tim penyelamat bekerja hingga tengah malam.

Sebelumnya pada hari itu, tim penyelamat berhasil memindahkan lima paus ke perairan yang lebih dalam. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Nur Mahdi mengatakan jika mereka merawat dua paus yang terluka dan mencoba untuk mengolonisasi yang lain.

“Tim tampaknya bertekad untuk bekerja pada malam hari untuk melepaskan paus yang tersisa,” ujar Whale Stranding Indonesia. Alhasil, dua paus dilepaskan sesaat sebelum matahari terbit.

Waktu adalah esensi dalam situasi ini. Sebab, paus yang mendekati daratan berisiko mati lemas dan gagal organ. “Jika Anda memiliki berat 60.000 pound dan tubuh Anda mengambang di permukaan air atau malah mendekati daratan, maka gravitasi dapat membawa dampak buruk,” ujar Direktur Dinas Konservasi Paus dan Lumba-lumba Amerika Utara, Regina Asmutis-Silvia.

"Peningkatan kadar adrenalin juga menyebabkan gangguan pada organ tubuh," kata Asmutis-Silvia. Ini mirip dengan manusia yang mengalami kecelakaan mobil.

Hingga kini masih belum jelas apa yang membuat ikan paus itu berenang mendekati pantai. Paus sperma, yang terdaftar sebagai spesies terancam punah, adalah paus bergigi terbesar. Mereka biasanya tidak ditemukan di perairan dangkal dan akan selalu hidup di perairan dalam.

Pada bulan Februari lalu, lebih dari 650 paus terdampar di ujung utara Selandia Baru dengan alasan yang juga tak diketahui. Sekitar 400 diantaranya tewas. Lantas pada bulan April, sejumlah paus juga ditemukan di sepanjang pantai Atlantik.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Diantaranya kesalahan navigasi, perubahan lingkungan, perburuan makanan, atau perubahan pasang surut.

Paus sperma cenderung melakukan perjalanan sebagai kelompok dan tidak mungkin meninggalkan kelompoknya. “Ketika mereka berada dalam kelompok sosial yang ketat, mereka akan bersama-sama,” kata Asmutis-Silvia.

Ikan paus, kata Asmutis-Silvia, sangat penting bagi ekosistem. Pasalnya, limbah paus menyuburkan fitoplankton, tanaman yang menghasilkan separuh oksigen di dunia.

Source: New York Times

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600