web analytics
Susi : Kini Indonesia Negara Paling Berbahaya Bagi Mafia Perikanan
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Nov 14, 2017 | 15:56 WIB
Susi : Kini Indonesia Negara Paling Berbahaya Bagi Mafia Perikanan
Susi usai Kuliah Umum mengenai Potensi Indonesia Bidang Kelautan dan perikanan Bagi Keutuhan NKRI, di Universitas Pasundan, Selasa (14/11/2017). (Eneng Reni/ayobandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengapresiasi upaya Satgas 115 dalam menjaga wilayah laut Indonesia dari kapal-kapal asing pencuri ikan, salah satunya di perairan Natuna.

Menurut Susi, Natuna yang dahulu sering dilupakan karena posisinya yang berada di perbatasan, kini telah mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Hal tersebut dibuktikan dengan dibangunnya Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Kabupaten Natuna, yang akan menjadi poros penunjang kegiatan perikanan nelayan-nelayan di wilayah Natuna.

"Natuna yang dulu sepertinya daerah entah siapa yang punya, karena terlalu jauh dan kecil di peta Indonesia, sekarang militer, pertahanan, semua berpikir sama bahwa Natuna adalah titik penting kedaulatan Indonesia di laut," katanya saat menyampaikan Kuliah Umum mengenai Potensi Indonesia Bidang Kelautan dan perikanan Bagi Keutuhan NKRI, di Universitas Pasundan, Selasa (14/11/2017).

Susi mengatakan penenggelaman kapal-kapal asing pencuri ikan pu menjadi langkah pertama pemerintah Indonesia. Sebab dengan tindakan tegas ini, para nelayan  bisa memaksimalkan potensi laut yang ada. Sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan kedaulatan Indonesia atas laut yang selama ini dinikmati oleh asing. 

"Makanya kita berantas. Angkatan Laut jadi motor paling depan yang  menjadikan Indonesia negara paling ditakuti oleh pencuri ikan di seluruh dunia. Tidak ada laut yang ditakuti dan berbahaya dari pada laut Indonesia. Makanya memang kita very dangerous nation," ujar Susi.

Susi mengatakan, Natuna sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia, menyimpan potensi kelautan yang sangat besar. Apalagi, lanjutnya, perbatasan Negara paling panjang di Indonesia berbentuk perairan atau laut, bukan daratan.

Menjaga perbatasan laut bukan hal mudah, karena Indonesia tidak mungkin memagari laut.

“Kita tidak mungkin membariskan tentara kita, dijajarin untuk perbatasan Natuna saja belum tentu tertutup. Yang bisa adalah konsistensi, keseriusan pemerintah dalam menjaga lautnya," ungkap Susi.

Untuk itu, Ia berharap agar upaya pemberantasan kapal asing pencuri ikan dari laut-laut di Indonesia bisa dilakukan dengan konsisten. Upaya ini untuk menunjukkan jika Indonesia mempunyai kedaulatan, integritas, dan disegani sebagai bangsa besar.

Bagi Susi tidak ada kompromi untuk hal tersebut. Sebab menurut Susi, hasilnya dari tindakan tegas pemerintah Indonesia dengan menenggelamkan kapal ini memberikan hasil luar biasa untuk kemajuan sektor kemaritiman Indonesia. 

"Hasil ini luar biasa, dimana stok ikan pada tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi 9,9% dan pada tahun 2016 menjadi 12,54% dengan 6 Juta ton kenaikan stok ikan. Makanya Itu tabungan kita. Kalau kita masih ingin hidup lewat penghasilan dari laut kita, kita harus jaga laut kita," ujar Susi. 

Editor : Asep DM
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600