web analytics
Sidang Vonis Buni Yani "Dikawal" Ratusan Orang
Oleh Ananda Muhammad Firdaus, pada Nov 14, 2017 | 12:02 WIB
Sidang Vonis Buni Yani
Pendukung terdakwa kasus pelanggaran UU ITE Buni Yani memenuhi area luar Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (14/11). (AyoBandung/Ananda Firdaus)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sidang vonis terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang ITE Buni Yani dipenuhi oleh ratusan orang massa pembela, Selasa (14/11/2017) siang. Massa pembela Buni Yani berkumpul sepanjang jalan tepat di depan Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram Bandung. Tampak pula mereka memenuhi halaman depan gedung.

Dalam kesempatan tersebut, para massa aksi silih berganti menaiki mobil yang telah didesain menjadi mimbar orasi. Salah satu orator, Wildan Delta mengatakan bahwa mereka berkumpul pada persidangan ini termasuk bagian silaturahmi antarumat Islam yang peduli terhadap kasus Buni Yani.

Dia pun katakan, lewat seorang Buni Yani, umat Islam dapat bersatu, peduli terhadap kondisi umat Islam saat ini.

"Beliau bagi saya yang menggerakkan umat Islam dari Sabang sampai Merauke. Dia yang menggerakan kita, termasuk saya, yang orang bilang adalah seorang artis," ujar Wildan yang lebih dikenal dengan nama Kiwil, salah seorang artis tanah air.

Dia melanjutkan, lewat kasus ini banyak pihak bisa belajar mengenai perkara yang sebenarnya dianggap sepele, namun berlarut-larut. Padahal, katanya, telah jelas Buni Yani tidaklah salah.

"Kasus ini bagi saya amat lucu, dulu BJ Habibie (Presiden RI ke-3)  pernah menanamkan pada anak muda, dahulukan dulu imannya baru teknologinya. Sekarang sebaliknya, kita berkumpul di sini pun karena teknologi, begitu pun kasus Buni Yani karena perkara teknologi, padahal ini kasus kecil, masih ada yang besar dari pada kasus ini harus diselesaikan," kata dia.

Ia mencontohkan, seharusnya kasus yang harus ditindak segera mungkin adalah persoalan yang menimpa orang-orang Papua. Katanya, tersebar video penyiksaan sejumlah warga Papua oleh orang-orang yang mengatasnamakan OPM, tapi negara dianggap bungkam.

"Karena teknologi, saya liat bagaimana orang-orang di Papua disiksa hanya karena ingin memisahkan diri dari NKRI, terus mana pemerintah? Masa lupa, di mana letak teknologi?" ujar dia.

Ia pun berharap agar hakim bertindak bijak dalam mengeluarkan putusannya. Karena masih banyak kasus yang sedapatnya lebih penting lagi. "Bapak hakim mengambil keputusan yang sebaik-baiknya untuk kami," tambahnya.

Seperti yang telah diinformasikan, kemarin (13/11), Ketua Tim Kuasa Hukum terdakwa Buni Yani, Aldwin Rahadian mengajak masyarakat untuk datang menghadiri agenda vonis ini. Ia merasa bangga atas dukungan setiap pihak selama ini pada kliennya.

"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada Pak Buni secara pribadi maupun kepada Tim Penasehat Hukum, semoga seluruh amalnya dicatat yang Maha Kuasa sebagai amal kebaikan," ujar Aldwin.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600