web analytics
Cinta Bobotoh dan Persib yang Gagal Happy Ending
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Nov 13, 2017 | 12:44 WIB
Cinta Bobotoh dan Persib yang Gagal Happy Ending
Bobotoh merangsek masuk memenuhi lapangan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/11). (AyoBandung/Andres Fatubun)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM Persib butut! Teriakan itu sontak menyeruak di arena lapangan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin sore. Diwarnai pula oleh isakan tangis dan kata-kata tanda kekecewaan lainnya. Di tengah lapangan, sejumlah bobotoh membentangkan spanduk bertuliskan :

Bukan kebintanganmu yang kami puja, tapi loyalitasmu yang kami minta.

Sedih, kecewa, patah hati, atau perasaan apapun itu saling bergerak di hati para bobotoh malam tadi. Campur aduk, seperti permen Nano-Nano.

Siapa pula yang tak bersedih jika idola yang digilainya tak menunjukkan loyalitasnya? Setidaknya itu yang dirasakan para bobotoh saat melihat tim kesayangannya harus menuai hasil buruk di pertandingan pamungkasnya di musim ini.

Bermain di bawah guyuran air hujan, nyatanya si Maung Bandung ini tak mampu menghalau serangan Ryutaro Karube di menit ke-70 dan sundulan Silvio Escoba yang berhasil menjebol gawang Deden Natshir. Ya, tim asuhan Emral Abus harus takluk dari tamunya, Perseru Serui, dengan skor akhir 2-0 dalam pertandingan terakhir Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (13/11/2017).

Seusai peluit babak kedua ditiup, bobotoh meringsek masuk ke lapangan. Mereka berlarian di bawah guyuran air hujan. Masuk ke dalam lapang untuk mengungkap kekecewaan mereka. Dan dari situlah, segala lontaran kecewa bergema, hingga kerusuhan pun tak terelakkan lagi.

Ada pula beberapa dari mereka yang berlari menghampiri pemain-pemain Persib. Gian Zola, Supardi Natsir, dan Ahmad Jufriyanto tak kuasa menahan air mata atas hasil buruk yang harus dituai.

Namun bobotoh yang sudah kadung jengkel bukan main pada idola-idolanya ini terlihat semakin beringas. Sejumlah bobotoh menyalakan flare dan smoke bomb dari atas tribun, yang lalu dilemparnya ke tengah lapang.

Tak hanya itu. Kemarahan bobotoh ini tampaknya sudah tak bisa dibendung. Bahkan, bus Persib sekalipun, jadi sasaran empuk bobotoh yang mengamuk. Tanpa basa-basi, mereka melempari bus Persib yang terlihat akan melintas ke luar lapangan dengan menggunakan botol.

Kerusuhan terus bergemuruh, seperti tawuran antar-kampung. Hingga akhirnya keos yang dibuat bobotoh bisa direda lantaran ditenangkan oleh aparat dari Polres Bandung. Bobotoh membubarkan diri.

Kabagops Polres Bandung, Kompol Widi Setiawan mengatakan jika sebenarnya oknum bobotoh telah membuat kericuhan sejak menit ke-65 pada babak kedua. Saat itu para bobotoh yang tidak memiliki tiket sempat membuat kegaduhan di luar stadion.

"Oknum bobotoh yang tidak memiliki tiket sempat memaksa masuk stadion, kami kerahkan petugas untuk melakukan pengamanan dan situasi kembali kondusif," ujar Kabagops Polres Bandung Kompol Widi Setiawan.

 

Pesta Perpisahan yang Berakhir dengan Kesedihan

Beberapa hari sebelumnya, para bobotoh telah mempersiapkan pesta perpisahan atau farewell party untuk Persib. Mereka berkumpul di Stadion Sidolig untuk mempersiapkan perpisahan yang indah dan berkesan untuk tim kesayangannya ini.

Bobotoh membuat spanduk 3D, beraltih koreografi, hingga mempersembahkan sebuah video yang merangkum perjalanan Persib dari awal kompetisi hingga akhir musim.

Salah satu pengurus Viking, Agus Rachmat sampai-sampai harus bergadang hingga beberapa hari demi mempersiapkan koreografi perpisahan ini. Tapi apa lacur, ia harus menelan kekecewaan lantaran koreo yang telah disiapkan tak jadi ditampilkan lantaran terbentur aturan dari panitia pelaksana yang tidak memberinya izin.

“Bergadang tiga hari tiga malam hasilnya dilarang dengan alasan ini dan itu. Kenapa kreativitas kami selalu terbentur dengan aturan,” katanya.

Jika koreo yang dipersiapkan Viking gagal ditampilkan, video rangkuman perjalanan Persib berhasil diputar sesaat sebelum kick off Persib melawan Perseru. Bobotoh di tribun timur bahkan sempat membentangkan spanduk bertuliskan “Farewell Hatur Nuhun Persib,”

Tapi pesta perpisahan itu ujung-ujungnya batal terlaksana. Ucapan terima kasih akhirnya berubah menjadi ucapan kebencian, cacian, dan makian.

“Kecewa, kenapa Persib mainnya kaya begini,” ujar salah satu bobotoh, Amrullah.

Tapi jangan kira cuma bobotoh saja yang merana. Pemain Persib juga jelas mengalami kesedihan mendalam akibat gagal happy ending di pertandingan terakhirnya.

“Minta maaf mungkin enggak cukup. Tapi maaf sebesar-besarnya kepada bobotoh karena kami tampil mengecewakan,” ujar Gian Zola, yang sebelumnya terlihat menangis di lapangan.

Kekecewaan juga datang dari mantan pemain Persib, Max Timisela. Pemain yang yang pernah mengantar Persib juara saat ajang Piala Perserikatan ini mengaku sedih dengan performa Persib pada musim ini.

“Sedih memang melihat Persib pada tahun ini. Karena saya pernah memperkuat Persib. Bobotoh juga sedih dan kasihan. Persib punya nama besar dan dikenal semua orang, tapi kini terpuruk,” ucapnya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600