web analytics
Daftar Pesepak Bola Kakak Beradik yang Berbeda Timnas
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Nov 13, 2017 | 13:54 WIB
Daftar Pesepak Bola Kakak Beradik  yang Berbeda Timnas
Pemain Swiss sekaligus Arsenal Granit Xhaka

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Cerita ketika Swiss melawan Albania pada Euro 2016 yang mempertemukan dua Xhaka bersaudara beda negara hanyalah salah satu contoh dari kasus serupa di dunia sepak bola.

Alasan kesempatan karier dan idealisme adalah penyebab kenapa beberapa kakak adik memilih negara berbeda meski nyatanya memiliki satu darah yang sama. Untuk itu AyoBandung merangkum tujuh pesepak bola kakak beradik yang membela dua negara berbeda. Berikut daftarnya:

1. Paul dan Florentin Pogba

Paul Pogba adalah fenomena yang memiliki karakter permainan elegan khas sepak bola Perancis. Musim lalu pemuda kelahiran Perancis 24 tahun silam tersebut merupakan pemain termahal dunia ketika raksasa Inggris Manchester United kembali meminangnya dari Juventus.

Namun keberhasilan Paul nyatanya tidak dapat dijejaki serupa oleh dua kakak kandungnya yang juga merupakan pesepak bola profesional. Mereka adalah si kembar Florentin dan Mathias Pogba yang masing-masing membela Saint Etienne dan Sparta Rotterdam.

Meski ketiganya lahir di Prancis namun Florentin dan Mathias lebih memilih membela negara kelahiran orang tua mereka yakni Republik Guinea. Pasalnya meski Florentin sempat membela Timnas Perancis Junior namun Didier Deschamp tidak kunjung memanggilnya ke tim senior ayam jantan.

2. Luiz dan Paolo Suarez

Terlepas dari kontroversi gigitannya pada Giorgio Chiellini dan Branislav Ivanovic namun tidak dapat dipungkiri jika Luiz Suarez merupakan salah satu striker terbesar Uruguay maupun Barcelona.

Namun tidak banyak yang mengetahui jika Luiz memiliki seorang kakak kandung yang juga merupakan pesepak bola profesional bernama Paolo Suarez.

Meski bersaudara namun keduanya memiliki nasib yang berbeda. Persaingan dan minimnya kesempatan untuk memperkuat Timnas Uruguay membuat Paolo yang berposisi sebagai gelandang lebih memilih membela El Salvador.

3. Christian dan Max Vieri

Legenda sepak bola Italia Roberto Vieri tidak salah dalam mendidik kedua anaknya yakni Christian dan Max. Sebab keduanya merupakan striker pemalas haus gol khas sepak bola modern.

Sebenarnya Christian dan Max pernah bersama membela Sang Kekasih Italia Juventus pada tahun 1997. Namun nasib berkata lain karena Christian menjadi andalan ujung tombak dari beberapa klub besar dunia seperti Inter Milan hingga Atletico Madrid.

Sedangkan Max rajin menghiasi bangku cadangan baik saat membela Juventus maupun Napoli. Lalu karir sepak bola Max banyak dihabiskan untuk membela beberapa klub di Serie B Italia.

Hal serupa berlaku di tingkat timnas. Christian adalah striker utama Timnas Italia pada awal milenium. Sedangkan Max lebih memilih Timnas Australia karena tidak mendapatkan kesempatan serupa Christian.

Australia bukanlah negara yang asing bagi keduanya. Max lahir di Sydney dan meski Christian lahir di Bologna namun keduanya sempat hidup lama di Negeri Kangguru. Maka tidak heran jika Max akhirnya memilih menjadi warga negara Australia.

4. Jerome dan Kevin Prince Boateng

Salah satu laga pada Piala Dunia 2014 yang mempertemukan antara Jerman melawan Ghana menjadi terasa berbeda. Pasalnya dalam laga tersebut mempertemukan dua adik kakak yang membela dua timnas berbeda.

Pertahanan Tim Panser menyertakan nama Jerome Boateng sedangkan pintu penyerangan Ghana diisi oleh sang kakak yakni Kevin Prince Boateng. Bahkan satu hari sebelum laga berlangsung, keduanya memilih untuk tidak saling bertegur sapa agar profesionalisme tetap terjaga.

Padahal baik Jerome maupun Kevin merupakan kelahiran Jerman dan memulai karir di klub yang sama yakni Hertha Berlin. Seiring berjalannya waktu keduanya memilih timnas yang berbeda. Jerome membela Jerman dan meski memiliki kesempatan serupa sang adik namun Kevin lebih memilih tanah kelahiran ayahnya yakni Ghana.

5. Granit dan Taulant Xhaka

Kisah Jerome dan Kevin seakan terulang pada gelaran Euro 2016. Kala itu Granit Xhaka yang membela Swiss meski menghadapi kakak kandungnya sendiri asal Albania yakni Taulant Xhaka.

Namun berbeda dengan kisah Jerome dan Kevin karena hubungan persaudaran Xhaka bersaudara terbilang akur. Bahkan saat pertandingan berlangsung, ibu kandung dari kedua pemain menyaksikan anaknya saling bertanding.

Sebenarnya Granit lebih ingin bermain untuk Timnas Albania. Namun negara kelahiran Granit yakni Swiss lebih dulu memanggilnya berkat penampilan gemilang bersama Basel dan Borussia Monchengladbach sebelum akhirnya membela Arsenal pada 2016.

Berbeda dengan Taulant yang meski sama-sama lahir di Swiss namun lebih memilih membela Timnas Albania, negara asal keluarganya. Alasannya karena Taulant mendapatkan saran dari Granit yang lebih dulu membela Swiss.

6. Tim dan Chris Cahill

Tim Cahill merupakan legenda terbesar dalam sejarah sepak bola Australia dan pernah menjadi pemain penting untuk Everton. Namun nyatanya nasib serupa tidak berlaku pada adik kandung Tim yakni Chris Cahill.

Panggilan membela Timnas Australia tidak kunjung datang pada Chris yang membuatnya lebih memilih tanah kelahiran sang ibu yakni Samoa.

7. Thiago dan Rafinha Alcantara

Thiago dan Rafinha Alcantara merupakan produk asli dari akademi sepak bola La Masia Barcelona. Keduanya sama-sama memiliki potensi dan kesempatan untuk membela tim utama Barcelona.

Namun sang kakak yakni Thiago memilih mengikuti jejak Pep Guardiola dengan pergi ke Bayern Munchen. Sedangkan Rafinha tetap setia di kubu Catalan.

Perbedaan pilihan kembali terjadi ketika Thiago memilih Timnas Spanyol meski berdarah Brasil dan lahir di Italia. Sedangkan Rafinha memilih membela tanah kelahirannya yakni Brasil. Padahal Rafinha sempat membela Spanyol Junior namun kemudian lebih memilih Brasil.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600