web analytics
Hiruk Pikuk Pendukung Sepakbola Kampungan
pada Nov 13, 2017 | 12:34 WIB
Hiruk Pikuk Pendukung Sepakbola Kampungan
Flare yang dilemparkan oknum bobotoh ke arah mobil polisi saat Persib takluk 0-2 dari Perseru Serui di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (12/11). (Andres/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kekalahan Persib atas Perseru Serui di laga pamungkas Minggu (12/11) petang, menjadi pesta bagi pendukung sepakbola kampungan menumpahkan kekecewaannya terhadap Maung Bandung.

Stadion si Jalak Harupat sore itu gaduh dengan umpatan, aksi saling lempar botol air kemasan dan flare, hingga pengrusakan papan sponsor pertandingan. Hujan deras yang turun sejak jeda pertandingan tak bisa meredam suasana panas di lapangan.

Kampungan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tidak tahu sopan santun, tidak terdidik, kurang ajar, dan terbelakang.

Memang itulah yang mereka lakukan. 

Sejak menit 30-an, segerombolan pendukung Persib tanpa tiket berusaha masuk stadion dengan menjebol gate 4 atau gerbang sebelah kanan tribun selatan. Gerbang besi sempat berderak kencang hingga suaranya terdengar di tempat duduk area VVIP. Tapi aksi oknum pendukung ini berhasil ditangkal aparat keamanan gabungan. Seringai buas beberapa ekor anjing Unit Satwa K9 membuat mereka tunggang langgang. 

Tak patah arang, gerombolan lain yang jumlahnya mencapai ratusan orang akhirnya bisa merangsak masuk stadion di 10 menit jelang pertandingan berakhir lewat gate 2 yaitu gerbang sebelah kanan tribun utara 

Polisi yang kalah jumlah hanya bisa melakukan pendekatan persuasif agar mereka tak masuk lapangan.

Jumlah penerobos semakin menyemut di pojok kanan pertahanan Persib dan mengular hingga ke pintu gerbang. Mereka menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke lapangan.

Wasit Babak Davari akhirnya membunyikan peluit panjang dengan tambahan lima menit waktu perpanjangan. Persib kalah 0-2 di hadapan ribuan pendukungnya. Kekalahan ke-11 sepanjang musim dan ironisnya terjadi di laga pamungkas.

Entah siapa yang memulai, ratusan pendukung yang sudah lama gelisah akhirnya menyerbu masuk lapangan. Mereka memburu pemain Persib yang masih berderet di tengah lapangan. Sebagian ingin mengucapkan selamat tapi banyak juga yang mengumpat. "Persib butut!".

Kondisi semakin panas dan polisi tampak mengawal setiap pemain Persib memasuki ruang ganti. Sesekali petugas keamanan mengalau pendukung nekat yang berusaha menyentuh pemain dengan tendangan dan bantingan. 

Satu demi satu pemain Maung Bandung berhasil diselamatkan, namun ratusan pendukung yang belum puas memaki semakin liar. Mereka berkumpul di pintu keluar ruang ganti, mengumpat dengan kata-kata kasar dan merusak sejumlah fasilitas.

Foto Andres Fatubun.

Tak hanya itu, beberapa oknum pendukung mulai memukul dan melempari bus Persib yang hendak menjemput pemain Persib.

Penonton yang duduk di sayap kiri tribun barat lantas meneriaki mereka "kampungan, kampungan !" dan melemparinya dengan botol air kemasan.

Keadaan makin ricuh karena gerombolan di lapangan balas melempar botol. Aksi saling lempar berlangsung sekitar lima menitan sebelum polisi berhasil melerai mereka.

Jelang magrib hujan turun semakin deras. Jumlah dan energi perusuh pun makin menyusut. Sebagian besar meninggalkan lapangan dan keluar stadion. Yang tertinggal di lapangan hanya pendukung yang asyik mengabadikan diri sendiri.

Aksi tak simpatik ini menambah derat panjang polah pendukung kampungan. Juli lalu, seorang bobotoh bernama Ricko Andrean tewas setelah dipukuli sesama pendukung Persib saat laga menjamu Persija. Ricko meregang nyawa beberapa hari kemudian di rumah sakit setelah melewati perawatan intensif. Ia menjadi korban kebencian yang membabi buta dan fanatimse yang berlebihan.

Panglima Viking, Yana Umar, mengatakan tewasnya Ricko akibat kesalahpahaman dan ketidakdewasaan pendukung Persib.

"Bobotoh sejati harusnya mencintai Persib pakai hati dan tidak berbuat ulah," ungkapnya ketika mengetahui kabar duka cita tersebut. 

Manajer Persib, Umuh Muchtar, pun mengecam keras perilaku kampungan oknum bobotoh yang semena-mena tersebut. “Saya sangat menyayangkan, padahal sama-sama pendukung Persib harusnya saling bersatu,” ungkapnya. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600