web analytics
Meski Elektabilitas Tinggi, Posisi Ridwan Kamil Masih Riskan di Pilgub Jabar
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Nov 13, 2017 | 10:26 WIB
Meski Elektabilitas Tinggi, Posisi Ridwan Kamil Masih Riskan di Pilgub Jabar
Ilustrasi -- Wali Kota Bandung sekaligus bakal calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menaiki bus wisata Bandung. (AyoBandung/Ananda Firdaus)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Meski namanya makin populer dan elektabilitasnya kian meningkat, bakal calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih punya peer besar untuk meraih dukungan masyarakat. Khususnya, dukungan dari para strong voters alias pemilih kuat atau pemilih yang dipastikan bakal mencoblos namanya pada Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Hal itu tergambarkan dalam hasil survei Indocon Research Consulting yang dirilis pada Minggu (12/11/2017) kemarin.

Memang, dari seluruh responden, sebanyak 34,6% menyatakan dukungannya untuk Emil. Di bawahnya, Dedi Mulyadi mendapat jatah 15,3% dan Deddy Mizwar hanya 11,9%. Namun yang perlu dicatat adalah menumpuknya jumlah pemilih yang belum mantap menentukan pilihan sebanyak 47%.

Tumpah ruahnya jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan ini membikin posisi Emil masih terbilang riskan untuk Pilgub Jabar 2018. “Ini menandakan ciri dukungan yang volatile. Nilai elektabilitasnya mudah tergerus jika figur-figur lain serius melakukan kampanye,” ujar Direktur Eksekutif Indocon, Fajar Nursahid dalam rilisnya yang diterima AyoBandung, Senin (13/11/2017).

Belum lagi hasil perhitungan statistik yang menunjukkan minimnya jumlah strong voters yang dimiliki Emil. Tercatat, hanya 15% poin dari 34,6% yang benar-benar mendukung Wali Kota Bandung itu untuk duduk di Jabar Satu.

“Jumlah strong voters ini masih cukup jauh untuk mengamankan posisinya dalam Pilkada mendatang,” kata Fajar. Apalagi, jika berkaca dari pengalaman dua Pilgub Jabar sebelumnya – 2008 dan 2013 – di mana kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi justru malah kalah. Agum Gumelar (2008) dan Dede Yusuf (2013) yang dikenal sebagai figur populer dengan elektabilitas tinggi nyatanya dikalahkan oleh Ahmad Heryawan berturut-turut. 

Survei dilakukan pada 10-22 Oktober 2017 terhadap 971 responden yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 3,1 %.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600