web analytics
Ada-ada Saja! 5 Orang Ini Lakukan Segala Cara Karena Ingin Dipenjara
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Nov 13, 2017 | 09:59 WIB
Ada-ada Saja! 5 Orang Ini Lakukan Segala Cara Karena Ingin Dipenjara
Ilustrasi penjara. (REUTERS/Joshua Lott)

AYOBANDUNG.COM – Pertanyaannya, adakah di antara kamu yang ingin dibui? Hidup di balik jeruji besi selama bertahun-tahun. Berkawan dengan sekomplotan orang-orang yang dianggap “jahat”. Menghirup pengapnya udara penjara. Ada?

Kamu mungkin tidak mau, begitu juga dengan kami. Tapi nyatanya, di dunia yang semakin ganjil ini, ada beberapa orang yang justru ingin dibui. Berbagai alasan mendorong mereka untuk berusaha masuk penjara. Mulai dari alasan kriminal, hingga alasan keluarga. Ada-ada saja.

Berikut dilansir dari List Verse, lima orang di dunia yang pernah berusaha untuk masuk penjara :

 

#Lucy Boyer

Lucy Boyer lupa dan melewati agenda persidangannya di pengadilan di tahun ini. Lantas keesokan harinya, perempuan asal Indiana, AS ini pergi ke penjara untuk menyerahkan diri. Padahal surat perintah penangkapan atawa pemenjaraan belum dikeluarkan.

Petugas menawarkan diri untuk membantu meloloskan Boyer dari kasus yang menimpanya. Mereka berkata akan mencoba untuk mengatur jadwal ulang persidangannya dan sebisa mungkin menghindari Boyer dari hukuman penjara. Tapi dengan tegas Boyer menolak dan minta untuk dipenjara.

Apa lacur, keukeuh-nya Boyer untuk dibui membikin penyidik curiga. Akhirnya, setelah berbagai pemeriksaan, Boyer pun mengaku jika ia menyelundupkan narkoba di dalam rongga tubuhnya.

Setelah selundupannya ditemukan, Boyer bertanya pada petugas apakah tawaran mereka untuk membantunya menghindar dari jerat hukuman penjara masih berlaku atau tidak. Petugas menolak, dan akhirnya Boyer didakwa sekaligus diadili atas perdagangan narkoba.

#Lawrence John Ripple

Pada tahun 2016 lalu, Lawrence John Ripple (70) kesal saat sang istri mengingatkannya bahwa pengering cucian masih perlu diperbaiki. Hal itu lantas memicu pertengkaran paripurna di antara keduanya. Ripple membentak sang istri dan mengatakan jika ia merasa lebih pantas berada di penjara daripada di rumah.

Ripple meninggalkan rumah dan pergi ke sebuah bank di Kansas, AS. Ia masuk dan memberi catatan pada seorang petugas : “Saya punya pistol, beri aku uang.

Sang kasir memberikan uang yang diinginkan Ripple. Ia kemudian membawanya dan duduk-duduk di lobi bank. Tak begitu lama, seorang satpam mendekatinya. Ripple berkata kepada satpam yang mendekatinya : “Sayalah orang yang Anda cari.”

Apa lacur, Ripple langsung diboyong oleh pihak kepolisian. Namun dalam pengadilan, gara-gara tertekan dan menderita penyakit jantung, ia malah mengeluarkan permohonan maaf kepada bank dan kasir yang sempat diganggunya. Ripple pun dijatuhi hukuman enam bulan kurungan rumah. Ia harus menjalani masa percobaan selama tiga tahun, termasuk 50 jam pengabdian masyarakat.

#Japeth England

Seorang pria Australia, Japeth Englang (19) merasa tertekan saat ayahnya harus dipenjara pada tahun 2017 ini. Ia mengaku kepada keluarganya jika ia ingin dipenjara bersama sang ayah.

England meraih pisau kecil dan pergi mengejar sang ayah. England melihat mobil polisi yang mengangkut sang ayah, lantas ia lemparkan batu ke arahnya.

Petugas keluar dari mobil dan berusaha untuk menangkap England. Tanpa pikir panjang, England menikam salah satu polisi. Tak ayal, England pun ditangkap, namun ia dipenjara jauh dari ayahnya. Keduanya bahkan tak saling berkontak saat dipenjara.

England mengaku bersalah, dan ia dijatuhi hukuman lima bulan penjara ditambah masa percobaan 19 bulan.

#Walter Unbehaun

Walter Unbehaun (73) telah menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di balik jeruji besi. Setelah dibebaskan, ia menyadari jika dirinya tak punya apa-apa untuk dijalani. Ia bahkan berakhir di sebuah apartemen sendirian, bangkrut, dan menderita tahap awal demensia.

Unbehaun memutuskan jika dirinya harus kembali ke penjara. Pada tahun 2013, Unbehaun merampok sebuah bank. Tak ayal, aparat kepolisian pun mengejarnya. Di parkiran sebuah hotel dan di hadapan para polisi, Unbehaun menjatuhkan tongkatnya, mengangkat tangannya, dan bersyukur karena dirinya ditangkap.

Kepada polisi Unbehaun berkata : “Saya hanya ingin pulang. Saya lebih nyaman di penjara daripada di luar.” Ia kemudian memohon maaf atas perampokan tersebut dan dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara.

#Troy Crane

Troy Crane adalah seorang pecandu. Ia ingin mendapatkan perawatan atas adiksinya itu, tapi ia tak bisa. Crane tak memiliki asuransi, juga tak mampu membayar biaya rehabilitasi. Namun ia tahu jika dirinya punya pilihan lain.

Pada tahun 2016, ia melakukan perampokan sebuah bank. Setelah uang berhasil didapat dari seorang kasir bank, ia duduk di dekat si kasir. Setelah beberapa menit menunggu, ia kembali ke kasir untuk menaruh kembali uang yang telah didapatkannya, dan bertanya, “Berapa lama lagi polisi akan sampai di sini?”.

Tak perlu tunggu waktu lama, polisi segera tiba dan menangkapnya. Crane dikirim ke penjara, di mana perawatan segera diberikan kepada narapidana yang membutuhkan.

Source: List Verse

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600