web analytics
Secuil Pandangan untuk Album "Prima Facie" Milik Telkom University
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Nov 12, 2017 | 12:48 WIB
Secuil Pandangan untuk Album
Iankanlah, Bebi Beside, dan Dadan Ketu dalam sharing session peluncuran album Prima Facie di Spasial, Bandung, Sabtu (11/11). (AyoBandung/Arfian Jamul)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Gudang Spasial di bilangan Gudang Selatan, Bandung, jadi saksi keberagaman genre musik dalam satu arena. Setidaknya 11 band lintas aliran berkesempatan menampilkan identitas musiknya dalam peluncuran album kompilasi bertajuk Prima Facie pada Sabtu (11/10/2017) malam. 

Prima Facie adalah album kompilasi pertama hasil karya Unit Kegiatan Mahasiswa Band Telkom University Bandung yang menampilkan beragam kekayaan genre musik seperti rock, pop, metal hingga jazz. Mengikuti hype yang tengah berkembang, album ini diluncurkan dalam bentuk rilisan fisik. Band semisal Overlord, Interval, Betty and Spa, Powernap, Morning Doop, Perfect Instrumen Tales, The Threes, Soma, Calandra dan lainnya berkesempatan ambil bagian dalam rilisan fisik tersebut. 

"UKM Band Telkom University sendiri usianya baru tiga tahun dan ini album kompilasi pertama kita. Digarap selama delapan bulan dari Januari hingga Agustus," ujar Koordinator Humas Peluncuran Prima Facie, M. Nauval pada AyoBandung

Tidak hanya diramaikan oleh penampilan band pengisi album semata. Dalam kesempatan tersebut turut digelar pula sharing session bersama pegiat musik Kota Bandung seperti manajer Burgerkill Dadan Ketu, drummer Beside Bebi, gitaris Cupumanik Eski dan gitaris Iankanlah. Di sinilai secuil pandangan itu meruak..

Dadan Ketu mengapresiasi pilihan UKM Band Telkom University untuk memilih mengeluarkan rilisan album dalam bentuk fisik. Namun tidak dipungkiri jika perkembangan teknologi menuntut para musisi untuk beradaptasi melalui rilisan dalam bentuk digital. 

"Ada beberapa band yang berpikir jika rilisan fisik itu seperti artefak dan sangat penting. Namun digital juga sangat penting karena konsepnya memudahkan," ujar Dadan yang juga pernah menjadi manajer bagi Jeruji dan Seurius. 

Namun Dadan mempertanyakan perihal keberlangsungan eksistensi dari band pengisi album kompilasi Prima Facie yang notabenenya masih mengemban tugas sebagai mahasiswa. Pasalnya beberapa band dinilai memiliki potensi untuk dapat mendongkrak tradisi musik di Indonesia. 

"Band kampus itu serius dan ambisius untuk membuat kompilasi band ini. Lalu kalian mau apa? Mau belajar lalu lulus kuliah dan bermain musik?" tanya Dadan Ketu. 

Pertanyaan Dadan bukan tanpa alasan, sebab di Indonesia, profesi sebagai musisi kerap dipandang skeptis. Definisi pekerjaan bagi sebagian masyarakat Indonesia masih terbatas pada pengertian sebuah profesi formal dan berkedudukan di kantor. 

"Kenapa pekerjaan selalu soal pakaian kerja dan kerja dari jam segini sampai jam segini. Tidak mungkin Institut Kesenian Jakarta bertahan lebih dari 30 tahun kalau seni bukanlah lapangan pekerjaan," sambung Iankanlah meyakinkan. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600