web analytics
Kenapa Kids Zaman Now Suka Menjawab Soal Ujian dengan Aneh?
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Nov 08, 2017 | 09:01 WIB
Kenapa Kids Zaman Now Suka Menjawab Soal Ujian dengan Aneh?
Ilustrasi.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Hananto, siswa SDN Watukumpul di Temanggung, Jawa Tengah, adalah salah seorang dari kids zaman now. Ia pernah memberikan jawaban paling realistis untuk soal ujian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam alias IPA di sekolahnya.

 

Kisahnya begini. Salah satu soal dalam ujian IPA mempertanyakan soal benda padat apa yang dapat dicairkan. Sesungguhnya jawaban Hananto tak salah, hanya saja kurang tepat. Soalnya Hananto memberikan tiga jawaban sekaligus untuk soal tersebut : BPKB, sertifikat tanah, dan emas.

Jawaban yang sangat acak, terkesan asal-asalan, namun cerdas cum kreatif. Bagaimana Hananto bisa berpikir demikian?

Kids zaman now, seperti Hananto, memang dinilai lebih kreatif dan sulit untuk ditebak dari anak seusianya di masa lampau. Alasannya beragam, namun salah satu penyebab utamanya adalah kemajuan teknologi internet dan perangkat digital.

Dulu para siswa, terutama yang duduk di bangku sekolah dasar, hidup dengan keteraturan dan keterbatasan akses informasi. Namun kini perkembangan teknologi membuat semua hal terlihat begitu terbuka dan berjalan bebas tanpa sekat.

Tak hanya Hananto. Banyak siswa yang notabene masuk kategori kids zaman now kerap ngaco dalam menjawab soal-soal ujian pelajaran. Alih-alih menulis jawaban dengan benar, namun justru yang hadir malah jawaban berupa kata mutiara penuh kebijaksanaan.

Misalnya saja ketika salah seorang siswa menjawab soal matematika yang rumitnya paripurna dengan tulisan : “Barang siapa yang menyusahkan orang lain, kelak di akhirat akan disusahkan” atau “hanya Allah yang tahu”.

Hananto punya banyak teman.

Secara psikologi, perilaku tersebut tidak dapat disalahkan. Karena pada dasarnya jawaban tersebut tidak dapat dilepaskan dari pengaruh informasi, salah satunya media sosial. Untuk kemudian masuk ke dalam pikiran dan diimplementasikan pada pelajaran yang sesungguhnya.

"Anak SD kemampuan berpikirnya konkret dan biasanya akan menganalisa berdasarkan apa yang dilihat, dialami atau dipelajari sebelumnya," ujar Psikolog Universitas Islam Bandung Stephani Reihana pada AyoBandung.

Terlebih siswa SD saat ini tergolong kelompok generasi Z yang merupakan penduduk asli dari dunia digital. Gen Z lahir di tengah perkembangan teknologi, sehingga kehadirannya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan.

"Anak lebih banyak waktunya untuk buka media sosial daripada buka buku pelajaran," tutup Stephani.

Redaksi akan mengulas lebih dalam soal Generasi Z. Simak terus laporannya dari berbagai lini untuk memudahkan pembaca atau stakeholder lainnya memahami segala sesuatu mengenai Generasi Z hingga transisi ke Generasi Alfa.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600