web analytics
Tak Perlu Takut, Rambut Rontok di Musim Kemarau Itu Wajar
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Nov 06, 2017 | 12:03 WIB
Tak Perlu Takut, Rambut Rontok di Musim Kemarau Itu Wajar
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

AYOBANDUNG.COM – Menyeramkan rasanya melihat sisir yang kau pakai untuk merapikan rambutmu dipenuhi oleh helai-helai rambut yang saling terkait. Atau, ketika kumpulan helai rambutmu terjatuh di kamar mandi dan menggumul menjadi satu. Rasanya, seperti ada bagian yang hilang dari tubuhmu…

Tapi tenang, kawan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Dermatology mengatakan jika rambut rontok di musim panas adalah hal yang normal. Ya, meskipun kini kita sedang didera musim hujan, tapi setidaknya ini jadi persiapanmu agar tak kaget-kaget amat jika di musim kemarau kelak, rambutmu banyak yang rontok.

Pola musiman kerontokan rambut ini sebenarnya telah lama dicurigai. Ia telah diamati dan didokumentasikan dalam penelitian kecil sebelumnya. Namun penelitian tersebut hanya berfokus pada satu lokasi demografis atau geografis.

Periset di John Hopkins dan Washington University mencoba mengungkapkannya dengan mengumpulkan data Google Trends dari delapan negara di empat benua dengan tingkat pencarian yang tinggi untuk keyword “rambut rontok”. Mereka melihat volume pencarian dari tahun 2004 hingga 2016 dan membandingkan datanya dari bulan ke bulan, musim ke musim.

Hasilnya, sama. Sebagian besar orang mencari keyword “rambut rontok” di internet di saat musim panas. Kendati demikian, para peneliti mengatakan jika diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan mengapa pola ini terjadi.

“Kerontokan rambut yang sedikit meningkat di musim panas adalah normal,” ujar salah seorang peneliti, Asisten Profesor Dermatologi di Johns Hopkins University School of Medicine, Shawn Kwatra. “Ini spekulatif. Tapi dari perspektif evolusioner, salah satu peran rambut rontok adalah untuk memberikan kehangatan. Alhasil, peran rambut tak begitu signifikan selama musim panas.”

Kecenderungan serupa juga telah didokumentasikan dalam berbagai hewan, termasuk monyet, kucing, anjing, dan unta. Pada manusia, kerontokan rambut musiman telah dilaporkan lebih banyak pada kaum hawa.

American Academy of Dermatologists mencatat jika kehilangan antara 50 hingga 100 helai rambut sehari adalah normal. “Melihat sedikit rambut yang jatuh ke saluran pembuangan kamar mandi tak perlu khawatir,” kata Kwarta. Apalagi ketika cuaca sedang hangat.

Selain karena musiman, rambut rontok juga bisa disebabkan oleh kondisi stres, penurunan berat badan lebih dari 20 kilogram, atau perubahan pil kontrasepsi. Faktor-faktor lain seperti diet, keturunan, dan tingkat tiroid juga dapat berperan dalam kerontokan rambut.

Source: In Style

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600