web analytics
Demul: 'yang Terjadi Mungkin Kita yang Ditinggalkan Golkar'
Oleh Mildan Abdalloh, pada Nov 06, 2017 | 16:51 WIB
Demul: 'yang Terjadi Mungkin Kita yang Ditinggalkan Golkar'
Dedi Mulyadi. (dokpri)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku memahami keputusan DPP partainya yang lebih memilih mengusung Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien Syafiudin sebagai bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2018 ketimbang dirinya.

"Sebagai ketua DPD Golkar, saya sangat memahami keputusan DPP, SK akan saya serahkan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien jika sudah kami terima," tutur Demul, Senin (6/11/2017)

Sebagai pribadi yang digadang-gadang sebelumnya akan maju dalam Pilgub Jabar, Demul mengatakan turunnya SK kepada orang lain dianggap sebagai proses pendewasaan politik.

"DPP sangat sayang kepada saya, sampai saya diuji kesabaran, kecerdasan dan kecermatan saya. Saya sering merenung, dimatangkan dalam kepemimpinan dan saya merasa dicerdaskan," ujarnya.

Menurutnya Golkar mengajarkan doktrin kekayaan yang berarti selalu melakukan pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Sebagai bupati saya masih mempunyai kesempatan untuk memimpin Purwakarta dengan sisa waktu empat bulan, itu akan saya maksimalkan. Sebagai ketua DPD saya tetap akan berkarya, menemui konstituen, melantik Bapilu dan melayani masyarakat di akar rumput," imbuhnya.

Demul menambahkan sebagai orang Sunda, dia meyakini kalau nasib merupakan keputusan Tuhan. "Kalau kata orang Sunda, jodo pati bagja cilaka bukan urusan manusia, semua Alloh yang menentukan," ujarnya.

Manusia lanjut Demul hanya mempunyai niat sementara keputusan final berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa.

"Sebesar apapun tantangan dan hambatan, kalau Alloh menghendaki, siapa yang akan menghalangi. Menyerahkan kepad Alloh,"ujarnya.

Terkait nasibnya sebagai orang yang telah berniat maju dalam Pilgub Jabar dia mengaku akan terus berjalan. "Akan berjalan seperti air mengalir, ke mana berkelok, saya akan mengikut, biarkan takdir politik yang menentukan nasib saya," ucapnya.

Disinggung mengenai kemungkinan meninggalkan partai, Demul menyebut bahwa sampai saat ini dirinya masih menjadi kader pohon beringin. "Doktrin Golkar itu karya dan kekaryaan, jadi jangan ada kalimat Dedi Meninggalkan Golkar, tapi yang terjadi mungkin kita yang ditinggalkan Golkar," tutup Demul.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600