web analytics
Peran Teknik Kimia Itenas dalam Menekan Angka Kecelakaan Kerja
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Nov 04, 2017 | 20:34 WIB
Peran Teknik Kimia Itenas dalam Menekan Angka Kecelakaan Kerja
Seminar K3 bertemakan Safety Sign and Personal Protective Equipment di Kampus Itenas pada Sabtu (4/11/ 2017). (Arfian Jamul/ayobandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia baik makro maupun mikro. Namun nyatanya tingkat kecelakaan kerja di Indonesia menjadi yang paling tinggi jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.

BPJS Ketenagakerjaan mencatat jika pada tahun 2015 jumlah kecelakaan kerja mencapai 105.182 kasus dengan korban jiwa mencapai 2.375 orang. Adapun pada tahun 2016 kasus serupa mengakibatkan sebanyak 2.382 pekerja meninggal dunia.

Kasus terbaru terjadi ketika pabrik kembang api di Tangerang meledak dan dikabarkan menewaskan sebanyak 47 pekerja. Angka tersebut menegaskan jika prosedur keselamatan kerja di Indonesia terbilang minim. 

Salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja adalah karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran para pelaku industri dalam menerapkan prosedur K3. Padahal patut disadari bahwa antara K3 dan kualitas produk akan saling berkaitan.

Artinya apabila prosedur K3 dapat dijalankan dengan baik melalui ketetapan standar operasional oleh para pelaku usaha maka pengeluaran anggaran terkait kecelakan kerja dapat ditekan secara signifikan.

"Salah satu indikator pembangunan ketenagakerjaan adalah peningkatan terhadap perlindungan K3," ujar Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Hanif Dhakiri beberapa waktu lalu di Bandung.

Berkaca pada kenyataan tersebut maka Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (Itenas) tergerak dengan menggelar seminar K3 bertemakan Safety Sign and Personal Protective Equipment di Kampus Itenas pada Sabtu (4/11/ 2017).

Dalam seminar yang menghadirkan trainer profesional dari Solusimaxi tersebut, peserta diberikan pelatihan keilmuan dan pengetahuan K3 mengenai pentingnya peran alat perlindungan diri di dalam bekerja.

"Kecelakaan kerja dapat terjadi berkat kecerobohan personal pekerja atau tidak baiknya standar operasional prosedur dari perusahaan. Terlepas dari itu, peran alat perlindungan diri sangat penting," ujar Ketua Pelaksana Ersa Bintang Amping pada AyoBandung.

Alat perlindungan diri dapat berupa helm pengaman benturan fisik maupun sarung tangan khusus agar mencegah terjadinya kontak dengan zat kimia berbahaya. Dua alat sederhana namun sebenarnya memiliki peran krusial pada keselamatan.

Selain pemberian materi, para peserta diberikan sertifikat terkait kemampuan K3 yang dapat dipergunakan dalam persyaratan aktivitas kerja dan berlaku seumur hidup.

"Indonesia adalah negara berkembang yang memiliki banyak perusahaan dengan prosedur keselamatan kerja yang kurang. Jika begitu maka baiknya setiap pegawai memiliki kemampuan khusus terkait keselamatan kerja," ujar Ersa. 

Editor : Asep DM
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600