web analytics
Zoyaphoria, Ajang Aktualisasi Diri Hijabers Gen Z
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Oct 29, 2017 | 19:37 WIB
Zoyaphoria, Ajang Aktualisasi Diri Hijabers Gen Z
Sejumlah 50 siswa SMA se-Jawa Barat berfoto bersama dalam agenda Zoyaphoria di Lembang, Bandung, Minggu (29/10). (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah 50 siswi SMA dan sederajat se-Jawa Barat bertemu dalam ajang Zoyaphoria. Mereka adalah pemudi terpilih yang aktif di ekstrakurikuler sekolahnya masing-masing untuk dibina menjadi Zoya Youth Ambassador.

Petemuan itu juga mempertemukan mereka dengan anak muda aktif dan inspiratif lainnya. Seperti para selebgram, vloger, penyiar radio, beauty bloger, penerima beasiswa, dan lain-lain. Mereka berbagi pengalaman seputar pengaktualisasian diri sebagai generasi teranyar yang harus aktif dan ekspresif.

Zoyaphoria ini terdiri dari berbagai kegiatan seperti welcoming party, bonding with mentor, fun games, outbond session, juga sharing inspiratif dengan para pakar yang ahli di bidangnya.

Sebut saja kegiatan inspirative sharing session. Dalam sesi ini, 50 siswi mendapatkan kelas interaktif bersama para praktisi maupun selebriti di bidangnya, untuk bersama mengupas tema-tema kekinian yang amat melekat dengan kehidupan serta kepribadian Gen Z.

Ketua Pelaksana Zoyaphoria, Irfan Prabowo menyebutkan, kegiatan Zoyaphoria ini bertujuan untuk membuat para peserta, khususnya 50 remaja putri ini untuk berani aktif, ekspresif, dan menginspirasi muda-mudi lainnya.

Menurut pria berkaca mata itu, Zoyaphoria juga bertujuan untuk membentuk para remaja ini menjadi seorang remaja yang cerdas secara digital sesuai dengan perilaku dan ciri kepribadiannya.

Zoyaphoria sendiri sebenarna tercetus ketika Irfan dihadapkan pada kondisi di mana para Generasi Z telah begitu adiksi dengan teknologi, utamanya dalam gerak-gerik sosialnya.

"Kita pun untuk acara ini tidak terlepas dari itu. Para siswi ini kita perbolehkan bawa HP. Misal untuk digunakan mencatat atau sebagainya. Asal, penggunaannya tetap bertanggung jawab," ujar Irfan saat di temui AyoBandung di lokasi workshop di Lembang, Minggu (29/10/2017).

Bagaimana cara Gen Z mengaktualisasikan diri pun dibagikan dalam kegiatan ini. Sebut saja sesi materi vloging sebagai pengenalan medium baru untuk para Gen Z. Juga materi berbicara di depan publik sebagai alat untuk membuat para remaja ini mampu merangkum kata-kata dengan baik. Pun sesi tutorial make up dan fotografi untuk lebih representatif.

"Jadi kita ingin meyakinkan mereka, tunjukan aktualisasi dirimu seaktif apapun itu. Dengan cara tetap sopan dan berhijab. Karena ciri yang ingin kita bawa saat mereka kembali terjun ke dunia sekolahnya atau ekstrakurikulernya adalah mereka bisa lebih berekpresi."

Meskipun berhijab, para pemaja putri ini bisa menunjukkan bahwa mereka mempunyai kesempatan yang sama, bahkan jauh lebih akti dari teman-teman yang lain. Selain itu,mereka pun mampu menunjukkan apa yang mereka inginkan.

"Pesan yang ingin dibawa oleh mereka setelah selesainya acara ini adalah di mana mereka lebih berani nunjukin apa yang mereka mau atau aktualisasi diri mereka secara langsung,” beber Irfan.

Adapun, Zoyaphoria ini merupakan gelaran pertama dari Zoya sebagai brand hijab dan busana muslim untuk mengampanyekan semangat #aktifberhijab bagi para remaja putri. Kegiatan ini rencananya akan berlanjut di setiap tahunnya di seluruh Indonesia. Adapun Jawa Barat, sebagai rumah bagi Zoya, dipilih sebagai lokasi pertama.

Redaksi akan mengulas lebih dalam soal Generasi Z. Simak terus laporannya dari berbagai lini untuk memudahkan pembaca atau stakeholder lainnya memahami segala sesuatu mengenai Generasi Z hingga transisi ke Generasi Alfa.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600