web analytics
Rocktober, Adopsi Sumpah Pemuda Lewat Musik
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Oct 29, 2017 | 08:24 WIB
Rocktober, Adopsi Sumpah Pemuda Lewat Musik
Pertunjukan musik dalam Rocktober di Padepokan Mayang Seni Sunda, Bandung, Sabtu (28/10). (AyoBandung/Arfian Jamul)
BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- 89 tahun lalu secarik kertas menjadi saksi sejarah guratan pena pemuda bernama Muhammad Yamin ketika menuliskan ikrar Sumpah Pemuda di kediaman seorang Tionghoa bernama Sie Kong Liong di Jakarta Pusat.
 
Kala itu Yamin hanyalah satu dari sekian banyak pemuda yang larut dalam keberagaman warna Kongres Pemuda. Fakta yang kemudian menjadikan pemuda Indonesia hidup tidak dalam kotak perbedaan.
 
Jauh hari pasca ikrar Sumpah Pemuda dibacakan pertama kali, tidak lantas membuat semangatnya lesu melemah. Satu bukti nyata dilakukan Himpunan Mahasiswa Seni Musik Universitas Pasundan (Unpas) Bandung ketika mengadopsi semangat Sumpah Pemuda dalam bentuk dinamika suara bertajuk Rocktober.
 
Rocktober adalah gelaran rutin tahunan yang dilakukan Hima Seni Musik Unpas sedari tahun 2004 silam. Namun pada gelaran di tahun 2017 terasa begitu berbeda. Selain digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda namun juga karena pertama kali dilakukan di luar lingkungan kampus Unpas. 
 
Terlebih pada tahun ini, Rocktober digelar dengan skala yang lebih besar. Untuk itu Padepokan Seni Mayang Sunda di Jalan Peta Bandung dipilih sebagai arena penyaluran karya. 
 
"Rocktober berasal dari mahasiswa terdahulu yang tanpa sengaja menyukai musik rock. Dari sekedar iseng lalu buat acara dan sekarang menular turun menurun ke setiap generasi," ujar Ketua Panitia Rocktober Febri Ramdanzah pada AyoBandung, Sabtu (28/10/2017).
 
Musik yang disajikan adalah gabungan dari beberapa unsur berbeda. Kolaborasi antara musik rock, orkestra dan choir yang dikemas secara ekspresif, megah dan kolosal. Tentu dengan tujuan untuk memperkenalkan pada masyarakat mengenai penciptaan sebuah karya musik sebagai media pemersatu.
 
Selain itu Rocktober juga menjadi wadah implementasi dan realisasi dari materi perkuliahaan. Setidaknya di Seni Musik Unpas terdapat tiga penjurusan yang meliputi manajemen, pengkaryaan dan pendidikan. Artinya Rocktober berfungsi sebagai sarana yang dapat memberikan pembelajaran praktek pada ketiga bidang jurusan.
 
"Tujuannya untuk menyalurkan bakat mahasiswa yang mencakup seluruh mata kuliah. Implementasi dari teori perkuliahaan di semua spesialiasi alat musik," ujar Febri.
 
Sedangkan untuk pengisi acara didominasi oleh para musisi internal Unpas. Tidak hanya melibatkan mahasiswa karena beberapa pengisi acara merupakan kolaborasi bersama para jajaran dosen. 
 
Salah satunya adalah Khatulistiwa Orchestra yang begitu kaya karena diisi oleh beragam harmoni alat musik seperti biola, saxophone, violin dan lainnya. Uniknya meski orkestra namun nuansa yang dihadirkan tetap beraroma rock.
 
"Pada Rocktober sebelumnya lebih banyak pada alat musik gesek. Namun sekarang lebih pada big band dengan menyertakan paduan suara dan elemen lainnya," ujar Febri.
 
Musik menjadi media pemersatu tanpa sekat. Kekayaan genre tidak lantas membuat musik kental perbedaan. Justru hal tersebut jadi alasan untuk saling melengkapi dalam kebersamaan.
 
"Seusia tema yaitu Keep Togetherness To Progress yang berarti untuk mencapai satu tujuan harus dikerjakan dengan bersama. Kalau kita sendiri tidak akan bisa tercapai," tutup Febri.
Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600