web analytics
Petinju Asal Bandung Ini Bakal Gowes Bandung-Bali Kampanyekan Anti-Narkoba
Oleh Mildan Abdalloh, pada Oct 27, 2017 | 12:50 WIB
Petinju Asal Bandung Ini Bakal Gowes Bandung-Bali Kampanyekan Anti-Narkoba
Jundullah M Fauzan, petinju asal Bandung, yang bakal gowes Bandung-Bali kampanyekan anti-narkoba. (AyoBandung/Mildan Abdalloh)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Namanya, Jundullah M Fauzan. Ia adalah seorang petinju asal Bandung. Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, pria yang akrab disapa Ozan itu, bakal ngegowes sepedanya sampai Bali, untuk mengampanyekan anti-narkoba kepada masyarakat yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

“Saya ini mantan pecandu narkoba yang menginginkan supaya para generasi muda tidak terjerumus seperti saya,” kata Ozan ketika ditemui di Kantor BNN Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jumat (27/10/2017).

Ngegowes dari Bandung sampai Bali ini rupanya adalah salah satu obsesinya setelah ia bertarung di Jepang tahun lalu. Dan ini, adalah kali pertama bagi Ozan, bersepeda jarak jauh. “Biasanya hanya sampai Cicalengka,” ujar petinju juara nasional kelas bulu 57 kilogram tahun 2016 dalam ajang Komisi Tinju Profesional Indonesia itu.

Jelas Ozan tahu jika rencana gowes Bandung-Bali itu bakal sangat menguras tenaganya. Tapi ia yakin jika dirinya mampu melakukannya. “Kalau capek, mah, berhenti saja dulu,” ujarnya sembari menargetkan bakal sampai di Pulau Dewata dalam dua pekan ke depan.

Ada beberapa pesan yang bakal dibawanya selama dalam perjalanan. Utamanya, untuk mengampanyekan anti-narkoba. Sebagai mantan pecandu, ia menyebut kalau kecanduan terhadap narkoba itu sulit untuk dihilangkan. Butuh perjuangan berat bagi yang mereka yang memang punya niat untuk berhenti. Begitu kata Ozan.

"Sama seperti gowes ke Bali ini. Berhenti mengonsumsi narkoba butuh perjuangan, bahkan bisa saja timbul perasaan tidak yakin. Tapi kalau ada kemauan dan support, saya yakin semua orang bisa berhenti," beber Ozan optimistis.

Ozan menganalogikan perjalanan gowes ke Bali ini dengan perjalanan berat dirinya untuk melepaskan diri dari jeratan narkoba. Sama seperti yang lainnya, pertemuan pertamanya dengan narkoba bermula dari coba-coba saat dirinya masih duduk di bangku SMP. Tapi apa lacur, namanya juga jerat narkoba, dia pun sulit untuk berhenti mengonsumsi narkoba.

"Sebenarnya dulu saya sudah punya niat berhenti, tapi susah. Makanya saya akan berpesan kepada anak-anak muda, jangan sekali-sekali mencoba. Jangan berpikir mengonsumsi narkoba itu gaya, eksis, tapi harus berpikir ke depan. Kami juga menderita," beber Ozan.

Berhenti menggunakan narkoba sejak tahun 2014 lalu, tapi sampai saat ini Ozan masih merasa dihantui oleh keinginan menikmati teler akibat narkoba. “Sugesti untuk kembali makai kadang masih ada, apalagi kalau sedang ada masalah,” aku pria 30 tahun ini.

Tapi Ozan tak patah arang. Ia terus berusaha menghilangkan keinginannya itu. Salah satunya, ya, dengan melakukan kegiatan seperti meng-gowes sepeda ini. Ia juga terus berlatih tinju, dan paling tidak, setiap enam bulan sekali, ia harus bertarung di arena. Hal itu semata-mata dilakukannya untuk menghilangkan keinginan kembali pada narkoba dan mengisi hidup dengan kegiatan-kegiatan positif.

Selama dalam perjalanan Bandung-Bali nanti, Ozan bakal membawa spanduk kosong yang bakal diisi oleh tanda tangan masyarakat yang ditemuinya. Ia juga bakal berhenti di tempat-tempat ramai untuk berbagi pengalaman dengan masyarakat sembari melepas lelah.

“Untuk berhenti dari narkoba itu butuh support dari keluarga," ujar Ozan.

Ketua Tim Gowes Bandung-Bali, Kartono, yang juga merupakan ayah dari Ozan, menyebutkan jika peran orang terdekat memang begitu penting dalam membantu proses rehabilitasi korban narkoba agar benar-benar pulih dan berhenti mengonsumsi narkoba.

Oleh sebab itu, Tono – demikian Kartono disapa – sangat mendukung perjalanan Ozan untuk bersepeda dari Bandung menuju Bali.

Selama perjalanan nanti, Ozan juga bakal ditemani oleh satu tim yang terdiri dari lima orang. Empat di antaranya menggunakan mobil, dan satu yang lain menggunakan sepeda motor. Rencananya, Ozan bakal memulai perjalanannya pada Sabtu (28/10/2017) besok. Ia akan bertolak dari Sekretariat Kawani di Cinunuk, Bandung, untuk memulai perjalanannya.

Sesampainya di Bali nanti, Ozan bakal disambut oleh lembaga-lembaga rehabilitasi dan berbagi soal pengalamannya berhenti dari narkoba hingga menjadi seseorang yang berprestasi.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat, Tri Wahyu Astuti mengatakan, pihaknya sangat mendukung keinginan Ozan untuk gowes Bandung-Bali dan mengampanyekan anti narkoba. 

"Untuk memulihkan pecandu penyalahguna yang ketergantungan narkoba sangat susah. Ini gambaran bagaimana susahnya membentuk keyakinan bisa keluar dari ketergantungan, makanya kami sangat support kegiatan Ozan ini," ujarnya. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600