web analytics
Cerita Persipura Mania, dari Carter Angkot hingga Dandanan Modis
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Oct 26, 2017 | 17:45 WIB
Cerita Persipura Mania, dari Carter Angkot hingga Dandanan Modis
Persipura Mania saat menyaksikan Persib U-19 melawan Persipura U-19 di Stadion Arcamanik, Selasa (25/10/2017).(Anggun)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Cuaca sore itu terlihat mendung dan hujan rintik-rintik. Sekumpulan anak muda berkumpul di sebuah stadion untuk menyaksikan tim sepak bola muda kesayangannya berlaga.

Saat itu, Persib U-19 sedang menjamu Persipura U-19 di Stadion Arcamanik, Selasa (25/10/2017).

Meski cuaca tidak secerah biasanya, tapi para pemain muda dari kedua belah tim sama-sama tetap terlihat semangat.

Sudah memasuki babak kedua, seolah tidak ada raut kelelahan di wajah mereka saat mengejar bola.

Para bobotoh nampak riuh bersorak-sorai menyemangati Maung Ngora. Mereka menyanyikan yel-yel untuk memberikan motivasi kepada para pemain muda Persib ini.

Ketika Aji Rahman Maulana mencetak gol di akhir menit babak pertama, para bobotoh sontak langsung berteriak mengekspersikan kebahagiaan mereka.

Di babak kedua, Persipura mulai mengejar ketertinggalan. Tim Mutiara Hitam muda ini semakin tampil menyerang.

Akhirnya Daniel Asmuruf bisa mencetak gol pertama dan menambah angka bagi Persipura U-19.

Ketika Daniel Asmuruf membobol gawang Ade Chandra, sekelompok anak muda yang duduk di VIP utama tampak berteriak gembira hingga ada yang sampai melompat-lompat. Ya, mereka adalah Persipura Mania, suporter dari tim Persipura.

Ada sekitar 30 orang Persipura Mania yang datang langsung untuk menyemangati tim Mutiara Hitam Muda berlaga di Stadion Arcamanik. Salah satunya adalah Yansen Auparay.

Ia adalah pemuda asli Jayapura yang sudah lama tinggal di Bandung.

“Iya saya sengaja ke sini untuk menonton langsung Persipura U-19,” katanya.

Pemuda hitam manis ini merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Ia tidak datang sendiri, melainkan dengan kawan-kawan Himpunan Mahasiswa Papua yang ada di kampusnya.

Dari kampusnya di kawasan Setiabudi, ia sengaja mencarter angkot untuk sampai ke Arcamanik.

Rupanya Yansen jarang berjalan-jalan ke daerah kawasan Bandung timur, sehingga ia agak kebingungan mencari lokasi di mana pertandingan berlangsung.

“Untungnya ada teman saya yang pernah ke daerah sini. Dia lupa-lupa ingat. Akhirnya kami tidak jadi nyasar, kakak,” ujarnya dengan logat Papua yang kental.

Selain Yansen, ada juga Yohana yang bahkan jauh-jauh datang dari Jakarta. Yohana datang bersama tujuh orang temannya menggunakan mobil rental.

Mereka patungan mencari penginapan murah di Bandung agar bisa menyaksikan laga Persipura U-19 langsung.

Gadis asal Merauke ini punya alasan khusus mengapa ia sengaja ingin menonton dari dekat pertandingan Persipura U-19. Ternyata kakak Yohana dulunya adalah pemain sepak bola. Sayang karena cedera yang dialaminya, kakak Yohana tidak dapat melanjutkan karier sebagai pemain sepak bola.

“Kakak saya dulu pernah ikut diklat sepak bola.  Sayang beliau kena cedera hamstring yang akhirnya tidak bisa main seperti dulu. Saya datang nonton Persipura ke sini juga sebagai bentuk dukungan untuk kakak saya,” ujarnya.

Yohana bersama kawan-kawannya terlihat duduk berkumpul di bangku VIP bagian atas. Untuk ukuran datang ke stadion buat nonton bola, Yohana nampak modis dalam penampilannya.

Ia terlihat memakai legging bermotif bunga, topi berlogo salah satu merek olahraga terkenal, hingga sepatu sandal model kekinian.

Teman-teman Yohana pun terlihat modis dan berdandan mengenakan lipstik merah. Ternyata ia memang mempersiapkan penampilan terbaiknya untuk mendukung tim kesayangannya ini.

“Iya dong masa mau nonton tim kesayangan tapi penampilannya lusuh? Kami sebagai suporter harus terlihat segar biar enak dipandang dan jadi motivasi juga untuk pemain,” ucapnya.

Baik Yohana maupun Yansen merasa tidak takut berada di tengah-tengah kerumunan bobotoh. Mereka tetap menikmati menyaksikan tim Mutiara Hitam Muda berlaga.

Malah bagi mereka, pertandingan di kancah U-19 lebih kondusif mulai dari kondisi pertandingan hingga suporternya.

“Nonton U-19 saya merasa lebih aman daripada nonton yang senior. Di sini auranya masih sangat bersahabat. Saya pun tadi beberapa sempat saling sapa dengan bobotoh,” jelas Yansen.

Mereka pun berharap ke depannya suporter dari tim sepak bola Indonesia bisa saling duduk berdampingan. Selalu dalam keadaan yang aman dan tidak ada lagi permusuhan.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600