web analytics
Persib Keok, Penjualan Pernak-pernik Menurun
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Oct 16, 2017 | 12:30 WIB
Persib Keok, Penjualan Pernak-pernik Menurun
Barang dagangan berupa jersey Persib Bandung terpajang di salah satu kios Stadion Sidolig, Senin (16/10/2017).(Anggun)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Penjualan pernak-pernik Persib di Stadion Sidolig menurun seiring kekalahan Persib saat melawan PSM Makassar dengan skor 2-1, Minggu (15/10/2017).

Sejumlah kios di Stadion Sidolig nampak sepi dari aktivitas transaksi jual beli. Beberapa kios bahkan terlihat tutup.

Seorang penjual jersey Suratmin mengaku hasil penjualan pernak-pernik Persib terus menurun sejak menuai hasil seri di beberapa pertandingan terakhir.

"Awal masuk musim kedua penjualan masih ramai. Tapi sejak Persib seri terus, penjualan mulai jatuh," katanya pada Senin (16/10/2017).

Hal ini berbeda saat Persib berhasil menjadi juara Indonesian Super League 2014. Kala itu, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp2.000.000/hari.

Bahkan, ia mengaku kewalahan karena pengunjung terus datang mencari jersey dan pernak-pernik lainnya. Sedangkan stok barang sudah mulai habis.

"Kalau sekarang dapat Rp1.000.000 juga susah. Stok barang masuk terus tapi pembeli tidak banyak yang datang," ujarnya.

Beralih ke Penjualan Online

Sepinya pembeli pernak-pernik Persib di Stadion Sidolig, membuat beberapa pedagang banting setir ke pasar online.

Erwin Cahyo salah satu pedagang yang sudah 15 tahun berjualan di Sidolig mulai melirik penjualan via online dari awal 2017.

"Saya lihat kalau tetap berjualan secara biasa itu susah. Sekarang sudah sepi pembeli, enggak seperti dulu lagi. Makanya harus putar otak biar stok yang banyak ini tetap bisa dipasarkan," katanya.

Akhirnya, Erwin bersama seorang temannya mulai mencoba berjualan jersey lewat media sosial Instagram. Baru dua bulan berjalan, ternyata usahanya tersebut berhasil.

Setelah berhasil di media sosial, ia mulai beralih memasukan beberapa jersey dan  pernak-pernik Persib lainnya ke beberapa e-commerce. Hasilnya, angka penjualan jersey terus beranjak naik.

Bahkan beberapa pemesan datang dari luar negeri. Seperti beberapa bobotoh yang ada di Madinah dan Malaysia.

Untuk sehari, ia bisa dapat untung sekitar Rp2.000.000 per hari dari penjualan online.

"Selain jersey beberapa pernak-pernik seperti syal, topi, dan bola banyak dipesan ke luar negeri," ungkapnya.

Meski sudah sukses di online, Erwin tidak berniat meninggalkan kios di Sidolig. Sebab, menjaga kios di Sidolig bisa jadi ajang silaturahmi langsung dengan para pembeli sekaligus bobotoh.

"Enaknya kalau di kios bisa ketemu langsung sama pembeli. Bisa sekalian ngobrol-ngobrol tentang Persib. Kan pasti kami sama-sama bobotoh," ucapnya.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600