web analytics
SBFF 2017, Festival Film Berskala Internasional Pertama dari Bandung
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Oct 14, 2017 | 19:06 WIB
SBFF 2017, Festival Film Berskala Internasional Pertama dari Bandung
Konferensi pers SBFF 2017 di Kedai CAS, Bandung, Sabtu (14/10). (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Perfilman Kota Bandung terus memperlihatkan progresivitasnya. Kini, untuk pertama kalinya, para pegiat sinema yang tergabung dalam Bandung Film Council menggelar festival film berskala internasional, berkolaborasi dengan Kota Santos, Brasil, kota yang didapuk oleh UNESCO sebagai kota film dunia.

Santos Bandung Film Festival (SBFF), ajang festival film pendek dengan program pertukaran film antara sineas-sineas asal Bandung dan Santos, siap digelar di Bandung pada 20-22 Oktober 2017 dan di Santos pada 26-29 Oktober 2017.

Direktur Santos-Bandung Film Festival (SBFF), Sofyana Ali Bindiar mengatakan, festival ini hadir untuk kali pertama pada tahun 2017 diawali dengan adanya komunikasi dalam Unesco Creative Cities Network (UCCN).

“Awal mulanya Santos ngontak , ngajak kerja sama. Kami coba sambut dan ini jadi ajang festival film internasional pertama yang digarap oleh orang-orang Bandung,” kata Sofyana dalam konferensi pers di Kedai CAS, Bandung, Sabtu (14/10/2017).

Pria yang akrab disapa Ale itu juga menuturkan, setiap daerah di dunia berlomba-lomba membuat film dengan bentuk pergerakan atau ekosistemnya masing-masing, untuk membingkai gagasan-gagasan yang hadir di sekitarnya. Begitu pula dengan yang sedang dilakukan Bandung bersama Santos. 

Senada, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (EKRAF) Kota Bandung, Tita Larasati, mengatakan jika Kota Bandung sudah tergabung dalam jaringan kota kreatif dunia yang membuatnya terkoneksi dalam berbagai kesempatan dan peluang.

“Dalam forum annual meeting tahun lalu, Bandung cukup outstanding dalam bidang Sustainable Development Goals (SDGs). Kemudian, Santos yang ditunjuk sebagai kota film, sangat tertarik untuk bekerjasama,” ucapnya.

Santos, melalui komisi filmnya, berkeinginan mengajak Bandung berkolaborasi untuk menggelar festival. Akhirnya, ajakan itu pun disambut Tita dengan komunikasi bersama Bandung Film Council (BFC).

Ketua Program SBFF, Yustinus Kristianto mengatakan jika program SBFF sendiri ingin melihat sejauh mana sebuah film mampu menjadi cerminan budaya perfilman kota itu sendiri. Film kerap menjadi medium yang balutannya selalu kompleks. Mulai dari balutan politik, seni, filsafat, dan estetika yang saling berpadu di dalamnya.

“Melalui pertukaran film antara Santos-Bandung ini kita dapat melihat sejauh mana kualitas kota mempengaruhi kota masing-masing, dan sebaliknya, bagaimana film mempengaruhi kota itu sendiri,” tuturnya.

Total, tercatat ada 119 film pendek yang mendaftar untuk kemudian diseleksi oleh tim kurator. Hasil akhirnya nanti, aka nada 15 film hasil kuratorial dari berbagai genre yang bakal diputarkan di Santos dan Bandung.

Koordinator Tim Kurator SBFF, Esa Hari Akbar menyatakan, film-film dari Bandung yang dipilih dan mewakili dalam SBFF 2017 berasal dari pembuat film yang berdomisili, beraktivitas, dan memiliki ikatan emosional di Bandung. 

Dalam hal ini, Bandung bisa menjadi sebuah subjek yang dapat memengaruhi perspektif dan gagasan bagi para pembuat film. Baik dalam melihat sebuah fenomena, maupun identitas lokalnya untuk bisa direpresentasikan ke dalam film. Menurut Esa, dari sekian banyak film yang telah terkumpul, sebagian besarnya menawarkan tema yang lebih luas.

"Film-film tersebut tidak hanya berbicara tentang lokalitas Bandung, dan bukan sekedar locus tempat lahir dan domisili. Akan tetapi kota Bandung sebagai tempat belajar, berkumpul, berdialog, dan tumbuh berkembang sebagai wadah kreativitas dalam membuat film,” ungkapnya.

Beberapa film hasil kuratorial itu nantinya akan diputar di beberapa ruang di Kota Bandung, seperti Kedai CAS, Spasial, Museum Sri Baduga, dan Kampus Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan Bandung.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600