web analytics
Mencecap Kue Balok Setengah Matang ala Kang Didin yang Super Lumer
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Oct 13, 2017 | 19:26 WIB
Mencecap Kue Balok Setengah Matang ala Kang Didin yang Super Lumer
Sajian kue balok setengah matang ala Kang Didin. (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kue balok konon sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Katanya, mengonsumsi satu atau dua potong kue saja sudah bikin perut kenyang lantaran adonannya yang manis, padat, dan berkalori tinggi. Sangat cocok untuk dikonsumsi para pekerja kala itu.

Di tatar Sunda, entah “ulah” siapa pula, kue balok ini punya istilah sendiri. Disebutnya kue jibeuh alias hiji oge sebeuh (satu saja sudah kenyang).

Seiring perkembangan zamannya, kue balok makin berinovasi. Salah satunya kue balok setengah matang ala Kang Didin, yang digandrungi kawula muda Bandung. Sebab, selain harganya yang murah, kue balok ini juga bisa bikin ketagihan mereka yang mencobanya.

Kedai yang telah dipegang oleh tiga generasi ini amat memperlihatkan jam terbangnya. Takaran api yang pas, menjadi kunci mengapa rekahan terigu kue balok satu ini begitu menggiurkan.

"Dari kakek, bapak, lalu saya generasi ketiga,” ujar Kang Didin, si empunya kedai ketika ditemui AyoBandung, Jumat (13/10/2017). Usaha kue balok ini telah dimulai sejak sekira tahun 1960-an. “Dari waktu saya masih SD,” tambahnya.

Dengan ukuran sekira 6 x 3 cm, kue balok Kang Didin ini memang lebih mungkil dari yang biasanya kita temui. Tapi panggangan yang pas berpadu rasa yang tak begitu giung (manis sekali) membuat siapa pun doyan menyantap kue yang disebut sebagai djadjanan tempo doeloe ini.

Kedai Kue Balok Kang Didin ini berlokasi di Jalan Abdurachman Saleh, Bandung. Terdapat dua tempat kue balok milik Kang Didin di jalan ini. Yang satu berada di seberang Bimbingan Belajar Neutron. Di tempat ini Kue Balok Kang Didin buka 24 jam, kecuali hari Senin. Dan satu lagi percis di depan Bimbingan Belajar Neutron, yang mulai beroperasi pukul 15.00 WIB.

Didin mulai menciptakan inovasi dari varian rasa kue baloknya sejak tahun 2009 lalu. Awalnya, semua rasa kue balok yang dijajakan sama saja, orisinal. Namun sejak tahun 2009, Didin mencoba menghadirkan beberapa varian rasa, hingga kini 11 varian rasa kue balo sudah yang tersedia. Termasuk salah satunya varian kue balok setengah matang.

Sebelas rasa pilihan itu diantaranya orisinal, keju, kacang, kismis, stroberi, cokelat, blueberry, nanas, tiramisu, oreo, dan yang paling anyar, green tea.

Menariknya, Didin masih setia dengan cara memasak tradisional. Ia tetap menggunakan arang. “Dari dulu belum pernah kami ubah,” katanya. Di atas panggangan itu, rekahan terigu tersebut kemudian dibalut dengan kombinasi toping seperti susu kental manis dan sedikit lagi adonan kue di atasnya. Alhasil, kue balok setengah matang ala Kang Didin ini begitu lumer saat disantap.

Sensasi adonan setengah matang ini sangat memanjakan lidah dan memenuhi mulut. Belum lagi bercampur dengan “daging” kue itu sendiri. Membuat tenggorokkan tak langsung penuh dan menghantarkan efek rasa kenyang ke kepala.

Lebih lembek untuk disantap. Ya, semacam jika kita makan nasi ditemani semangkung kuah sup. Membuat geraham kita tak perlu kerja ekstra untuk mengunyahnya.

Kue balok setengah matang ini dibanderol dengan harga yang tak menguras kocek kok. Ada yang Rp 2.500, Rp 3000 hingga Rp 3.500 per potongnya. Matang, atau pun setengah matang.

Jadi buat kamu yang hendak menghabiskan sore atau malam yang syahdu tapi tak ingin menguras isi dompet, bolehlah lokasi wisata kuliner ini dilirik. Sedikit saran, datanglah ke Kedai Kue Balok Kang Didin dalam kondisi perut yang sepenuhnya kosong. Jadi, si balok terigu itu bisa mengganjal perut yang kelaparan. Toh, sama-sama karbohidrat.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600