web analytics
Tahukah Kamu Hari Ini Diperingati Sebagai Hari Tanpa Beha
pada Oct 13, 2017 | 11:51 WIB
Tahukah Kamu Hari Ini Diperingati Sebagai Hari Tanpa Beha

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- 13 Oktober adalah hari internasional bagi para wanita untuk tidak memakai beha. Tujuan dari peringatan hari yang disebut No Bra Day adalah meningkatkan kepekaan atau mengkampanyekan tentang kanker payudara.

Tujuan lainnya mengajak para wanita untuk secara mandiri memeriksa bagian tubuhnya secara rutin sebagai tindakan pencegahan. Di Indonesia upaya pencegahan ini dikenal dengan sebutan SADARI atau kependekan dari Pemeriksaan payudara sendiri. Hal ini dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara. Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani. 

Selain kampanye pencegahan, No Bra Day yang pertama kali diperingati pada 2011 adalah untuk penggalangan dana bagi penelitian untuk penyakit yang biasanya menyerang wanita diatas usia 41 tahun.

Namun No Bra Day dalam perjalanannya dikotori oleh sejumlah netizen baik pria maupun wanita dengan mengumbar foto bagian atas tubuh wanita tersebut. 

Kanker Payudara di Indonesia
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara yang disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya faktor reproduksi, penggunaan hormon, penyakit fibrokistik, obesitas, konsumsi lemak, radiasi, dan riwayat keluarga serta faktor genetik.

Disitat dari Antara, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Gumelar mengatakan kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia.

"Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100.000. Yang memprihatinkan, 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut," jelasnya.

Menurut data dari YKPI, berdasarkan data Globocan tahun 2012 menunjukkan pola peningkatan yang mencolok pada kasus kanker payudara. Penelitian ini merekomendasikan kanker payudara sebagai prioritas untuk dilakukan program promosi, pencegahan dan dilakukan langkah pengendalian angka kesakitan dan angka kematian.

Data riset kesehatan dasar 2013 menunjukkan kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat pertama terbanyak setelah kanker rahim. Sayangnya mayoritas kanker payudara di Indonesia ditemukan pada stadium lanjut ketika peluang mencapai kesembuhan kecil. Padahal peluang pasien kanker payudara mencapai kesembuhan mencapai 98% bila terdeteksi dini dan diobati secara medis.

 

Source: Antara/YKPI.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600