web analytics
Akod Masih Asing di Telinga Opang
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Oct 13, 2017 | 14:02 WIB
Akod Masih Asing di Telinga Opang
Ilustrasi.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pada November 2015 Pemerintah Kota Bandung memperkenalkan sebuah aplikasi untuk ojek pangkalan bernama Aplikasi Ojek Daerah (Akod). Akod yang kala itu masih dalam tahap penyempurnaan, serupa dengan aplikasi untuk ojek online.

Aplikasi tersebut dibuat oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Fiturnya selain mengantarkan penumpang, juga menerima jasa kurir alias pengantaran barang atau dokumen.

Saat diperkenalkan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuturkan aplikasi tersebut akan dibagikan kepada tiap koordinator pangkalan ojek di Kota Bandung.

Namun hingga kini istilah Akod ternyata masih asing di telinga ojek pangkalan.

"Oh bakal ada Akod ya? Saya malah tidak tahu," ujar salah seorang ojek pangkalan di Jalan Logam, Ujang, pada Jumat (13/10/2017).

Disinggung apakah para ojek pangkalan ini tertarik untuk bergabung dengan Akod apabila sudah diluncurkan? Mereka mengaku masih belum tahu.

"Baru dengar dan saya juga belum tahu sistemnya seperti apa," ujar Ujang.

Namun apabila aplikasi Akod dapat memberikan mereka penghasilan yang lebih baik, para ojek pangkalan mengaku bisa saja beralih haluan untuk gabung ke Akod.

"Asal cara daftarnya nggak ribet dan pembagian hasilnya bisa menguntungkan sih bisa jadi kami tertarik," lanjutnya.

Redaksi AyoBandung mencoba menelusuri Akod di Google Play Store namun tidak menemukan yang berhubungan dengan transportasi daring. Begitu juga di App Store  

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Humas Jawa Barat Aher Ahmad Heryawan 160x600 Socmed Ayo Bandung 160x600