web analytics
Tiga Film Indonesia yang Layak Tonton di Oktober Ini
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Oct 12, 2017 | 17:25 WIB
Tiga Film Indonesia yang Layak Tonton di Oktober Ini
Cuplikan film Posesif (2017)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Joko Anwar bersama Ibu telah mendobrak bulan Oktober dengan Pengabdi Setan. Setelah rilis di akhir September kemarin, film horor itu membikin studio-studio bioskop mendadak ramai tak ubahnya konser Metallica di malam hari hingga hari ini. Tiga minggu sudah film remake itu wara-wiri di layar lebar.

Sama seperti Ibu yang bangkit dari kubur, film Indonesia mungkin kini tengah bangkit dari tidurnya. Setelah merayakan kesuksesan Pengabdi Setan, kini saatnya bagi kita untuk menyambut film-film Indonesia lainnya.

Tercatat, ada lebih dari 10 film Indonesia yang mewarnai bulan Oktober-mu. Nah, berikut AyoBandung berikan film-film Indonesia mana saja yang layak kamu tonton di Oktober ini selain Pengabdi Setan :

 

Jomblo

Premisnya sebenarnya percis dengan film memorable di era awal 2000-an. Mengisahkan empat pria fakir asmara dalam balutan drama komedi. Namun keduanya hadir dengan konteks yang berbeda dan kisah yang juga sedikit mengalami perubahan.

Film Jomblo (2006) terbukti meninggalkan kesan di kepala penontonnya belasan tahun lalu. Saking populernya, film ini sampai-sampai dihadirkan dalam bentuk serial Jomblo The Series di salah satu stasiun televisi swasta.

Konon, film Jomblo (2017) ini hadir dengan konteks yang lebih kekinian. Jomblo versi milenial, begitu orang-orang menyebut. Ditambah dengan balutan kecanggihan teknologi yang kerap dimanfaatkan anak-anak jaman now ditambah keinginan sang sutradara, Hanung Bramantyo, untuk membalikkan persepsi nista tentang status jomblo.

Setelah hampir satu pekan wara-wiri di layar kaca, film remake itu mendapatkan poin 6,5 dari total 10 poin dalam laman penilai film IMDB.

Posesif

Lewat judulnya, mungkin kita akan langsung menilai jika ini adalah film menye-menye tak ubahnya sinetron-sinetron masa kini. Tapi tidak. Setelah diputar dari bioskop-bioskop kecil atau komunitas sejak 22 September lalu, buktinya kini Posesif langsung mendapatkan 10 nominasi sekaligus dalam Festival Film Indonesia 2017.

Posesif berkisah tentang cinta pertama yang berbahaya. Film ini berusaha mengeksplorasi perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya dari berbagai sudut. Seperti hidup Lala, seorang siswi SMA, yang hidupnya dibikin jungkir balik oleh Yudis, kekasih pertamanya.

Akibat asmara pertama itu, Lala ditarik keluar dari rutinitasnya, yang pelan-pelan membuatnya percaya jika seorang kekasih bisa juga menghadirkan kegelapan.

Tak tanggung-tanggung, film ini dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas. Adipati Dolken, Putri Marino, Cut Mini, Yaya Unru dan beberapa pemain lain tercatat berpartisipasi dalam film tersebut.

Tak hanya itu, Edwin, sang sutradara, juga bukan nama baru buat dunia sinema Indonesia. Beberapa film terdahulunya telah berhasil lolos masuk dalam festival-festival film bertaraf internasional. Sebut saja Kara, Anak Sebatang Pohon sebagai film pendek pertama Indonesia yang menembus Festival Film Cannes di tahun 2005 atau Kebun Binatang (Postcard From the Zoo) yang juga masuk dalam kompetisi Festival Film Berlin 2012.

Posesif bakal mulai tayang di layar bioskop pada 26 Oktober 2017.

Wage

Wage merupakan sebuah drama biopik yang berkisah tentang Wage Rudolf Supratman, sang pencipta lagu “Indonesia Raya”.  Film ini mengeksplorasi perjalanan hidup kepahlawanan seorang WR Supratman dalam menghasilkan lagu-lagu kebangsaan bagi Indonesia.

Dimulai dari Wage kecil yang telah terbiasa dengan biolanya, ditolaknya Wage dari sekolah Belanda, perjalanannya sebagai seorang wartawan, dan seterusnya.

Film ini juga dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas seperti Tengku Rifnu Wikana, Prisia Nasution, Putri Ayudya, dan sekaligus memperkenalkan aktor anyar di jagad perfilman Indonesia, Rendra B Pamungkas yang didapuk sebagai WR Supratman.

Selain itu, film ini juga menandai kembalinya John de Rantau ke dunia sinema Indonesia. Dalam beberapa wawancara bersama media, sutradara Obama Anak Menteng (2010) ini mengatakan : “Melalui film ini saya ingin ‘mencubit’ sejarawan untuk menulis sosok WR Supratman dengan benar.”

Film ini dirilis berbarengan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018 nanti.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600