web analytics
Meski Menurun, Kecelakaan Lalu Lintas Masih Jadi Penyebab Utama Kematian
Oleh Ananda Muhammad Firdaus, pada Oct 12, 2017 | 21:16 WIB
Meski Menurun, Kecelakaan Lalu Lintas Masih Jadi Penyebab Utama Kematian
Ilustrasi lalu lintas Kota Bandung. (AyoBandung/Danny Ramdhani)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Secara global, lebih dari 1,2 juta orang meninggal setiap tahun di jalanan. Kecelakaan lalu lintas diklaim sebagai penyebab utama kematian tersebut. Sementara di Indonesia, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian peringkat ke-5.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan, jumlah kematian akibat kecelakaan telah mencapai 31.234 jiwa. Artinya, dalam satu jam, terdapat sekitar tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

"Di Bandung, kecelakaan lalu lintas sekarang menjadi penyebab utama kematian peringkat ke-10 dengan jumlah kematian sebesar 2,5%," ungkap Kepala Sub Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah 2 Bappeda Litbang Kota Bandung, Sam Satriabadra dalam agenda Bandung Menjawab, Balaikota Bandung, Kamis (12/10/2017). Hal itu secara umum merupakan data yang didapatkan pihak Bappeda Litbang dari Satlantas Polrestabes Bandung tanpa dikaitkan dengan data dari rumah sakit dan perusahaan asuransi.

Laporan ini, sebut Sam, menunjukkan jumlah kecelakaan dan kematian yang menurun secara bertahap sejak 2013 hingga 2016. Namun, intervensi untuk meningkatkan keselamatan jalan masih sangat penting, utamanya untuk mengurangi korban yang kebanyakan adalah usia muda dan pekerja produktif yang sehat. 

"Laporan ini menyorot bahwa pengguna sepeda motor merupakan terdampak tingkat cedera dan kematian paling tinggi (71% kematian), dengan pejalan kaki sebagai kelompok yang paling berpengaruh selanjutnya (23% kematian)," lanjut Sam 

Secara keseluruhan, 95% kematian di jalan raya berada di antara pengguna jalan yang rentan, yaitu, pengguna sepeda motor, pesepeda dan pejalan kaki. 

Selain itu, kematian akibat kecelakaan lalu lintas sebagian besar terjadi pada pria daripada perempuan, dengan rentang umur 15-31 tahun di tahun 2016. Sementara periode risiko kecelakaan fatal dan cedera di Bandung terjadi pada pagi hari dari pukul 08.00 – 10.00 WIB pagi, pada waktu hari biasa dan hari libur. 

"Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor merupakan jenis kecelakaan yang paling tinggi. Faktor penyebab umum kecelakaan sesuai laporan polisi adalah ketidakdisiplinan dan batas kecepatan berlebih," sebut Sam.

Tren pengendara sepeda motor sebagai penyebab utama 

Secara umum, dalam kasus kecelakaan, pengguna motor adalah pihak yang paling berisiko. “Data menunjukkan perlunya tindakan pada pesepeda motor,” ujarnya. Hal itu terkait dengan penggunaan helm, kecepatan, peningkatan penegakkan hukum pada waktu risiko tinggi, dan desain jalan yang aman untuk pengguna sepeda motor dan pejalan kaki.

Peningkatan populasi di Kota Bandung berakibat juga pada aktivitas yang semakin padat di jalanan. Kata Sam, tidak mengherankan bila pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor terus meningkat. 

Pada tahun 2010 saja, jumlah kendaraan bermotor rata-rata meningkat 11% per tahun dari total 69% kendaraannya yang terdaftar. Ledakan jumlah kendaraan bermotor itu menjadi pemicu berbagai masalah transportasi. “Tingginya kendaraan bermotor ini menjadi salah satu faktor penyebab terhadap kecelakaan lalu lintas," kata Sam.

Atas hal tersebut, Sam mengatakan jika laporan dari Bappeda Litbang Kota Bandung ini dimaksudkan sebagai informasi dan petunjuk untuk seluruh pemangku kepentingan di Kota Bandung, juga bagi pengguna jalan.

"Ini sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran pada pengguna jalan tentang pentingnya keselamatan saat berlalu lintas," tambahnya. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Humas Jawa Barat Aher Ahmad Heryawan 160x600 Socmed Ayo Bandung 160x600