web analytics
Menaker: Rendahnya Keahlian Masih Masalah Utama Ketenagakerjaan
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Oct 11, 2017 | 12:06 WIB
Menaker: Rendahnya Keahlian Masih Masalah Utama Ketenagakerjaan
Menteri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhammad Hanif Dhakiri. (kemnakertrans)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri, mengatakan Indonesia harus memutus lingkaran setan yang menjadi penyebab pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan sosial. Lingkaran setan tersebut meliputi kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan. 

Secara sederhana, Menakertrans mengilustrasikan seseorang miskin karena pendidikan dan kompetensinya yang rendah. Sehingga tak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Kenapa tidak bisa mendapatkan pekerjaan layak? karena tidak memiliki kompetensi. Kenapa kompetensinya rendah? Karena tidak mengenyam pendidikan yang cukup. Kenapa tidak mengenyam pendidikan yang cukup? Karena lemahnya tingkat ekonomi. 

"Jadi itu muter-muter. Nggak ada ujungnya. Masalah inilah yang harus diantisipasi," ujar Hanif saat memberikan sambutan dalam talkshow "Inspiring Leader" di Hotel Ayraduta Bandung, Rabu (11/10/2017).

Menurut Hanif, masalah kompetensi dan pengangguran juga merupakan masalah utama ketenagakerjaan. Sementara masalah inflasi menjadi salah satu indikator ekonomi makro. Sehingga pemerintah dengan segala perangkatnya selalu berupaya menjaga inflasi yang aman.  

Oleh karenanya, Hanif berharap masalah pengangguran ini menjadi salah satu indikator ekonomi makro. Sehingga pemerintah dengan segala sumber daya yang ada bisa menjaga agar angka pengangguran tidak melebihi dari angka aman yang telah ditentukan. 

"Agar angka pengangguran tidak tinggi, maka masalah peningkatan kompetensi pekerja menjadi isu bersama yang terintegrasi," katanya. 

Selain itu, untuk memenangkan persaingan global di era digital, kompetensi dan kualitas SDM Indonesia pun harus di atas standar pasar kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerja keras dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Pada kesempatan tersebut, Hanif menyampaikan beberapa tantangan ketenagakerjaan yang terjadi saat ini. Antara lain lulusan pendidikan dengan pasar kerja yang belum sepenuhnya menyambung.

Indonesia juga dihadapkan dengan angka rendahnya kompetensi pekerja, di mana masih banyak di antaranya merupakan lulusan SD-SMP. Untuk meningkatkan kompetensi, maka pemerintah menggenjot pelatihan vokasi, baik yang dilakukan oleh Kemnakertrans melalui Balai Latihan Kerja (BLK), serta yang dilakukan swasta melalui Lembaga Pelatihan Kerja dan training center oleh perusahaan. 

"Pelatihan vokasi ini selain dimaksudkan untuk meningkatan kompetensi pekerja, juga diperuntukkan untuk angkatan pekerja baru yang belum bisa langsung masuk dunia kerja karena belum memiliki keterampilan," jelas Hanif. 

Untuk itu ia berharap, pelatihan vokasi memiliki kedudukan yang seimbang dengan pendidikan formal terutama dalam hal alokasi anggaran. Dengan demikian upaya peningkatan SDM pekerja menjadi maksimal.


 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Humas Jawa Barat Aher Ahmad Heryawan 160x600 Socmed Ayo Bandung 160x600