web analytics
26 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Bencana Longsor
Oleh Ananda Muhammad Firdaus, pada Oct 11, 2017 | 18:34 WIB
26 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Bencana Longsor
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Hendra Hidayat (kiri) saat ditemui awak media di Auditorium Badan Geologi, Bandung, Rabu (11/10). (AyoBandung/Ananda Firdaus)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 26 wilayah kecamatan di Kabupaten Bandung terindikasi rawan bencana banjir dan longsor. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Hendra Hidayat.

"Memang sudah diidentifikasi. Sampai sejauh ini di Kabupaten Bandung relatif cukup tinggi potensi bencananya," kata Hendra ditemui pada acara Sosialisasi Potensi Kebencanaan Gerakan Tanah di Auditorium Badan Geologi, Bandung, Rabu (11/10/2017).

Kepadatan populasi Kabupaten Bandung sendiri diisi sekira 3,6 juta penduduk yang tersebar di 10 kelurahan dan 270 desa. Sebagian besar warga menempati wilayah-wilayah rawan bencana.

Wilayah-wilayah tersebut diantaranya Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Rancaekek, dan Majalaya yang terindikasi rawan banjir. Sementara kawasan Ibun, Kertasari, Cimenyan, dan Cimaung terindikasi rawan pergerakan tanah dan longsor.

"Memang cukup rentan, seperti yang terjadi di Cimenyan. Itu ada salah satu warga meninggal dunia. Kemudian di Cimaung, tidak ada korban hanya bangunan saja," katanya. 

Imbauan warga pindah

Potensi pergerakan tanah dan longsor terjadi lantaran karakter daerah yang berbukit-bukit, yang banyak ditemui di Kabupaten Bandung. "Di Kabupaten Bandung ini termasuk wilayah yang berbukit, sehingga kemungkinan terjadi longsor cukup tinggi," kata dia.

Oleh karenanya, pihak BPBD Kabupaten Bandung pun mengimbau warga yang bertempat tinggal di daerah rawan longsor untuk pindah. "Maka kita imbau melalui kecamatan sebagai otoritas kewilayahan," lanjutnya.

Namun imbauan itu tentu tak mudah untuk diikuti begitu saja. Sebab, pertimbangan ekonomi warga, berikut tidak adanya bantuan dari pemerintah menjadi penghambat. Alhasil, BPBD meminta warga untuk selalu waspada.

"Secara umum mereka bersedia untuk melakukan pemindahan, tapi kalau sekiranya belum bisa kita persilahkan dulu," kata Hendra. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600