web analytics
Jabar Siap Tetapkan Siaga Banjir & Longsor
Oleh Adi Ginanjar Maulana, pada Oct 09, 2017 | 14:08 WIB
Jabar Siap Tetapkan Siaga Banjir & Longsor
Sejumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) berjalan di sekitar jalan yang ambles saat membawa bantuan untuk korban longsor dan pergerakan tanah di Desa Kalijati, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (8/10/2017). Jalan altrenatif yang menghubungkan Desa Kalijati Kabupaten Pangadaran dengan Banjarsari Kabupaten Ciamis itu hampir terputus dan untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.(Antara)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor 2017.

"Perkiraan kita kekeringan itu akan sampai Oktober, tapi di akhir September sudah mulai hujan dan pada awal Oktober sudah banyak hujannya. Nanti kita evaluasi status yang lama kemudian kita hadirkan siaga bencana banjir dan longsor," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seperti dilaporkan Antara, Senin (9/10/2017).

Ia mengatakan jika di sebuah kabupaten/kota terjadi bencana alam dan langsung bisa ditangani oleh BPBD atau pihak terkait maka tidak diperlukan penetapan status siaga atau darurat bencana.

Menurut dia, setiap tahunnya Pemprov Jawa Barat mengalokasikan anggaran Rp75 miliar dana tak terduga untuk kepentingan penanganan bencana alam.

"Saya sering bilang daerah ini aman soal logistik (bencana alam). Saya sadar penduduk itu banyak. Sebanyak 3.200 ton beras ada, Insya Allah bencana di mana pun mitigasi bencana siap," katanya.

Selain itu, Aher memastikan banjir dan longsor di Kabupaten Pangandaran sudah tertangani oleh dinas terkait.

"Sudah tertangani oleh TNI, Polri, masyarakat para relawan. Jawa Barat sudah mengirimkan pasukan BPBD-nya, pasukan Dinsosnya," katanya.

Ia juga memastikan foto-foto tentang banjir dan longsor yang beredar di media sosial adalah foto "hoax" atau bohong.

"Tertangani, Alhamdulillah dan berita-berita yang muncul di media dan medsos itu `hoax` ya. Ada korban empat orang (meninggal dunia) sudah tertangani dan dapat bantuan material per orang Rp15 juta dari Kemensos," kata dia.

Pihaknya juga memastikan bantuan logistik untuk para korban banjir dan longsor di Kabupaten Pangandaran sudah disalurkan.

"Apalagi kalau ceritanya mitigasi, terkait logistik amanlah. Kita sedia beras, lauk pauk sedia macam-macam," kata dia.

Banjir bandang di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sudah surut, sehingga petugas gabungan dan masyarakat mulai membersihkan sisa lumpur bekas banjir, termasuk material longsoran tanah.

"Sekarang sudah masuk ke tahap rehab rekon, masyarakat dibantu para petugas membersihkan sisa-sisa bekas longsoran dan luapan air," kata Koordinator Humas dan Protokoler Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat Joshua Banjarnahor melalui telepon seluler, pada Minggu (8/10/2017).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Naa Ruhena menambahkan kondisi ketinggian air di lokasi banjir sudah turun.

Ia menyatakan situasi di daerah terdampak banjir dalam kondisi aman dan terkendali, sebagian pengungsi juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kondisi ketinggian air, saat ini di lokasi banjir sudah turun, kondisi aman dan terkendali," katanya. 

Source: Antara

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600