web analytics
Berburu Koleksi Buku Bekas dan Langka di Cihapit
pada Oct 07, 2017 | 11:58 WIB
Berburu Koleksi Buku Bekas dan Langka di Cihapit
Kios Buku Tjihapit yang legendaris (nisrina/Job)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Budaya membaca buku di kalangan generasi muda saat ini memang sangat rendah. Kemajuan teknologi dan digitalisasi semua sektor industri turut mempengaruhi industri penerbitan, termasuk buku.

Namun, ditengah masifnya teknologi internet dan buku digital (ebook), seorang penjual buku bekas di kawasan Cihapit,  Bandung tetap bertahan.

Sebuah kios penuh tumpukan buku terlihat dari kejauhan, terselip diantara kios-kios makanan dan pakaian yang ada di jalan Cihapit, Bandung.

Adalah Kios Buku Tjihapit, salah satu bagian sejarah peradaban ilmu di Kota Bandung. Sekilas kios ini hanya menjual peralatan tulis. Namun, setelah mendekatinya, kios ini penuh koleksi buku lama dan buku bekas.

Dahulu ada sekitar enam kios buku yang memenuhi jalan ini. Seiring perkembangan zaman, Kios Buku Tjihapit inilah yang tersisa.

"Saya masih pertahankan kios ini, karena saya juga senang sama buku," ujar Bagja, pemilik kios Buku Tjihapit, saat ditemui, Jumat (06/10/2017). Menurutnya, kios ini sudah ada sejak tahun 80-an.

Buku-buku yang ada di kios ini berasal dari kalangan perorangan yang menjual koleksinya atau mahasiswa yang sudah selesai kuliah. Kebanyakan buku tersebut dijual ke kios ini. Ada juga warga yang menyumbangkan buku-buku koleksinya atau sisa mereka secara cuma-cuma.

Kalau mau menjual buku ke toko ini, tiap buku biasanya dipatok harga sesuai dengan ketebalan buku, kondisi buku, tahun terbit, juga konten bukunya.

Menurut Bagja, pengunjung yang datang kesini beragam. Mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ada juga kolektor buku.

Bagi kolektor buku sejarah, buku lawas, dan pecinta buku, Kios Buku Tjihapit serasa surga. Sebab, kios ini memiliki sekitar 10.000 judul buku. Kios ini menyediakan hampir  semua jenis buku, kecuali buku sekolah. Termasuk di dalamnya  buku kuliah.

Anda pun bisa menemukan buku lokal maupun buku impor yang Anda cari disini. Kebanyakan pengunjung yang datang kesini mencari buku lokal.Buku-buku di sini juga bisa ditawar, tergantung kondisi dan kelangkaan buku.

Salah satu koleksi buku paling tua yang ada disini terbitan 1932, sebuah peta dunia yang masih berbahasa Belanda.

Harapannya semoga semakin banyak orang yang mencintai buku. Meskipun masih banyak yang datang kesini, tapi tidak sebanyak dulu ketika internet belum sebesar sekarang. (JOB/Nisrina Ninis)

Editor : Administrator
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600