web analytics
Inspiratif, Ayu Tri Handayani Pembatik Difabel Menggunakan Kaki
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Oct 07, 2017 | 09:21 WIB
Inspiratif, Ayu Tri Handayani Pembatik Difabel Menggunakan Kaki
Ayu Tri Handayani (Eneng Reni/ayobandung.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Ayu Tri Handayani, perempuan muda asal Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, tampak serius membatik dengan kaki kanannya. Canting dengan luwes digenggam dengan jari kakinya.

Setelah mengambil malam, bahan lilin untuk membatik, mulailah kaki mungil itu mengoleskannya mengikuti desain yang sudah digambarnya di selembar kain. Goresan dengan kakinya pun tidak kalah dengan perajin batik yang menggunakan tangan. 

Ayu bercerita, ketertarikannya dengan batik muncul saat dirinya duduk di bangku SMP Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Sejak saat itu, perempuan yang kini berusia 26 tahun itu mencoba menekuni teknik membatik dengan kaki.

"Awalnya dulu gak kepikiran, tapi setelah dipelajari dan bisa, baru mau membatik. Kesulitannya sih gak ada. Cuma tantangannya kalau udah kena malamnya. Sedikit hati-hati juga karena dulu sempat kena malam," katanya di Bandung. 

Proses belajar membatik dengan kaki yang dilakukan Ayu pun memang tidaklah mudah. Menjepit canting (alat untuk membatik) seukuran spidol besar tidaklah semudah yang terlihat. Namun keinginannya untuk berkarya dengan membatik tidak lantas meyurutkan niat Ayu untuk tetap belajar.

"Sejak mengenal batik, saya senang. Saat pertama coba membatik dengan kaki sulit, tapi saya justru merasa tertantang. Butuh waktu satu tahun lebih belajar. Tapi sekarang saya sangat suka membatik," kata Ayu.

Teknik menggunakan kaki tersebut ternyata sempat menarik perhatian. Bahkan membuat para pejabat berkenan untuk membeli. Salah satunya Ayu sempat bercerita bahwa istri dari mantan Gubernur Jawa Tengah, Sri Hastuti Bibit Waluyo, pernah membeli karya Ayu seharga Rp15 juta.

Keuntungan dalam sebulan dalam bisnis membatik ini nyatanya cukup untuk menghidupi keluarganya. Kain batik karya Ayu pun dilabel dengan harga bervariasi.

"Kalau sekarang banyak yang beli dan minta pesen. Sering juga ikut dalam beberapa pameran batik. Nama batiknya ini, batik tulis kaki," tutur Ayu.

Membatik dengan segala motif saat ini sudah bisa dilakukan perempuan mungil asal Solo tersebut. Saat ini, dia pun tengah menekuni seni lukis dengan kaki. "Kalau untuk kecepatan tergantung motifnya. Kalau untuk hasil membatik ini paling tiga bulan untuk satu lembar kain ukuran dua meter. Motif batik yang banyak dikerjakan pun motif batik solo." kata Ayu. 

Ternyata tidak hanya batik, Ayu juga membuat beberapa pernik cendera mata seperti tempat tisu dan manik-manik. "Saya ingin batik akan langgeng terus dan saya bisa terus berkarya," katanya saat ditemui di Taman Sari Batik Festival. 

 

Editor : Administrator
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600