web analytics
Agar Akhir Pekan Tak Monoton, Kunjungi 4 Tempat Belanja Alternatif Ini
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Oct 06, 2017 | 14:42 WIB
Agar Akhir Pekan Tak Monoton, Kunjungi 4 Tempat Belanja Alternatif Ini
Kineruku, Bandung. (kineruku.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Bandung bukan cuma soal deretan factory outlet di sepanjang Jalan Riau atau Jalan Dago yang bisa bikin kita kalap belanja produk-produk fesyen. Bukan juga cuma soal nongkrong di kafe-kafe yang bertaburan di setiap sudut kota.

Tapi cobalah sekali atau dua kali atau boleh lebih, belanja dan menikmati atmosfer Bandung ke beberapa tempat yang bukan melulu soal belanja fesyen dan nongkong di kafe fancy. Misalnya saja ke toko-toko yang menjual barang-barang hobi, kreatif, atau kafe-kafe yang tak terlalu fancy.

Nah, kali ini AyoBandung bakal berbagi info soal beberapa toko alternatif di Kota Bandung yang bisa kamu kunjungi.

 

Kineruku – Jalan Hegarmanah, Bandung

“Baca, dengar, tonton” menjadi semacam tagline bagi Kineruku. Tempat yang berlokasi di Jalan Hegarmanah ini menjadi surga bagi para pecinta dunia literasi, musik dan film.

Awalnya, tempat ini berkonsep sebagai perpustakaan kecil cum bioskop kecil-kecilan di tempat yang juga agak terpencil dari hingar bingar kota. Namun semakin ke sini, Kineruku menjelma juga menjadi sebuah tempat penggila buku, musik dan film untuk mencari referensi.

Istilah “surga” rasanya tak terlalu berlebihan. Jika Jakarta punya Aksara sebagai salah satu toko yang menjual barang-barang – terkhusus buku – nan langka, maka Bandung punya Kineruku. Berbagai buku, mulai dari karya penulis Indonesia hingga penulis luar, dari terbitan lawas sampai anyar ada di sini. Nama-nama itu mewakili generasinya masing-masing.

Memang, tak semua buku yang memenuhi rak-rak di sana dijual. Tapi jikapun tak dijual, kamu bisa membacanya sembari menikmati secangkir kopi hangat di halaman belakang Kineruku yang sunyi juga manis.

Selain buku, Kineruku juga menghadirkan rilisan-rilisan album fisik dari sejumlah musisi luar biasa dari tanah air hingga dunia. Lalu, kamu juga akan dibuat ternganga dengan koleksi-koleksi filmnya.

Dengan konsep toko kolektif, Kineruku juga menghadirkan berbagai produk kreatif buatan anak muda Bandung. Mulai dari merchandise band berupa t-shirt atawa totebag, hingga barang-barang menggemaskan lain serupa notebook.

Kineruku juga dikenal kerap menggelar gelaran musik kecil-kecilan, pemutaran film, hingga diskusi buku. Jadi buat kamu yang berencana berlibur ke Bandung dan tak ingin agenda akhir pekannya berjalan monoton, sila cek. Barangkali saja ada agenda menarik di Kineruku yang bisa kamu datangi akhir pekan ini…

Ommuniumm, Jalan Ciumbuleuit

Kalau kita berlomba-lomba siapa yang paling menghargai karya anak bangsa, mungkin Omuniuum bisa jadi jawabannya. Di sini adalah tempatnya band-band lokal atawa indie dari berbagai kota mendistribusikan karyanya. Berbagai rilisan album fisik band-band indie tanah air ada di sini.

Tak hanya albumnya saja. Untuk menghargai band-band lokal itu, Omuniuum juga menjual berbagai merchandise band yang tak kalah kece. Hampir serupa dengan Kineruku, mulai dari t-shirt, totebag, hingga pin ada di Omuniuum.

Toko yang terletak di sebuah jajaran ruko di Jalan Ciumbuleuit (persis depan kampus Universitas Parahyangan) punya tagline small shop for reading and listening”. Ya, Omuniuum juga menghadirkan beberapa bahan bacaan tak kalah bernas yang – barangkali saja – jarang kita jumpai di toko-toko buku arus utama.

Awalnya, Omuniuum berlokasi di Jalan Sultan Agung, berdempetan dengan jajaran distro dan clothing yang kerap dipadati pengunjung di akhir pekan. Namun beberapa tahun ke belakang, Omuniuum berpindah ke kawasan mahasiswa di Ciumbuleuit.

Selain belanja album musik, merchandise band idola, dan buku, kamu juga bisa mampir ke Omni Space, tempat digelarnya bermacam-macam kegiatan. Pameran, konser musik kecil sampai diskusi. Jadi, mangga dicek saja agendanya akhir pekan ini!

Tobucil, Jalan Panaitan

Nama sebenarnya adalah Toko Buku Kecil, namun disingkat menjadi Tobucil. Sebelumnya, Tobucil menempati salah satu sudut di Jalan Aceh, namun kini surganya pecinta literasi dan kerajinan tangan itu berlokasi di Jalan Panaitan. Tak jauh dari pusat kota.

Buku dan kerajinan tangan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dari Tobucil. Urusan literasi, Tobucil tak jauh berbeda dengan Kineruku dan Omuniuum yang menghadirkan koleksi buku yang jarang ditemukan di toko buku arus utama. Bahkan, beberapa buku cetakan self publishing hadir di Kineruku. Juga sejumlah zine garapan berbagai komunitas kreatif di Nusantara.

Kalau urusan kerajinan tangan, Tobucil bisa dibilang sebagai surganya di Kota Bandung. Beberapa deretan bahan-bahan kerajinan tangan beserta produk jadinya memenuhi rak-rak yang ada di toko ini.

Tobucil juga bisa dibilang sangat fokus dalam dunia crafty ini. Sebab, ia terbilang getol menggelar berbagai kegiatan berupa lokakarya atau pameran sekalipun terkait kerajinan tangan. Belum lagi, kelas-kelas yang tersedia di Tobucil. Buat kamu yang ingin belajar merajut atau membuat berbagai ornamen, sila datang saja ke Tobucil.

DU-68, Jalan Dipatiukur

Budaya mencintai rilisan-rilisan fisik musik lawas sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Hanya saja, dalam beberapa tahun ke belakang, budaya itu mendadak naik menuju klimaks. Walhasil, berbagai lapak atau toko yang menjajakan album-album lawas dan bekas diserbu kalangan pecinta musik.

Salah satu toko di Bandung yang dikenal konsisten menjajakan album-album musik lawas dan bekas ini adalah DU-68. Dari namanya saja kita tentu tahu jika toko ini berlokasi di Jalan Dipatiukur, daerah kekuasaan mahasiswa-mahasiswa Bandung. Menduduki satu ruang di lantai dua sebuah ruko sederhana, tepat berada di seberang pom bensin Dipatiukur.

Ruang yang ukurannya tak besar-besar amat itu bagaikan gudang yang menyimpan ratusan kenangan. Mulai dari kaset, cakram padat, hingga piringan hitam menyesaki ruangan yang bisa saja membuatmu pusing. Mulai dari album yang dikeluarkan di era 1960-an hingga 1990-an menjadi barang langka yang ditawarkan di sana.

Jangan takut untuk bertanya dengan akang-akang yang ada di sana tentang barang yang kamu cari. Siapa tahu dari situ bisa berlanjut ke diskusi-diskusi singkat, yang bisa memberimu lebih banyak lagi referensi soal musik. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600