web analytics
Kazuo Ishiguro Raih Nobel Sastra 2017
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Oct 05, 2017 | 20:30 WIB
Kazuo Ishiguro Raih Nobel Sastra 2017
Kazuo Ishiguro. (REUTERS/Mike Segar)

AYOBANDUNG.COM – Penghargaan Nobel Sastra 2017 diberikan kepada penulis Inggris, Kazuo Ishiguro yang menciptakan karya tersohor The Remains of the Day dan Never Let Me Go.

Mengumumkan penghargaan tersebut, Sekretaris Tetap Swedish Academy, Sara Danius mengatakan jika Kazuo adalah seorang penulis yang dalam novel-novelnya menghadirkan kekuatan emosional yang hebat. Kazuo dinilai menemukan jurang di bawah pengertian ilusi kita tentang hubungan dengan dunia.

Kazuo pindah ke Inggris dari Jepang saat dirinya masih berusia lima tahun. Ia telah menelurkan sebanyak delapan judul buku. Dan yang paling teranyar, The Buried Giant, yang diterbitkan pada tahun 2015 lalu.

Novel ketiganya, The Remains of the Day, diterbitkan pada tahun 1989. Pada tahun 1993, novel tersebut difilmkan dan mendapuk Anthony Hopkins sebagai pemainnya. Film itu berhasil masuk dalam nominasi Piala Oscar.

Sementara, Never Let Me Go, adalah karya distopis yang memperkenalkan arus fiksi ilmiah ke dalamnya dengan eksplorasi seputar isu klon manusia.

“Tulisan-tulisan pria berusia 62 tahun itu ditandai dengan cara pengungkapan yang sangat ketat, terlepas dari kejadian apa pun yang sedang terjadi,” tulis Swedish Academy dalam siaran persnya sebagaimana dilansir dari CNN.

“Jika Anda menyukai percampuran Jane Austen dan Franz Kafka, berarti Anda mencintai Kazuo Ishiguro,” kata Danius. “Tapi Anda juga perlu menambahkan sedikit Marcel Proust ke dalam campuran itu.”

"Pada saat yang sama, dia adalah seorang penulis integritas besar yang tidak melihat ke samping. Dia mengembangkan alam estetika sendiri."

Menurut linimasa, tema yang paling terkait dengan Ishiguro adalah soal memori, waktu dan khayalan diri sendiri.

“Dia adalah seseorang yang sangat tertarik untuk memahami masa lalu. Tapi dia tidak keluar untuk menebus masa lalu, dia menulis tentang apa yang harus Anda lupakan untuk bertahan di tempat pertama, sebagai individu dan sebagai sebuah masyarakat.”

Nama Kazuo menambah daftar sastrawan Jepang peraih penghargaan Nobel Sastra. Sebelumnya, Kenzaburo Oe (1994) dan Yasunari Kawabata (1968).

Source: CNN

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600