web analytics
Belajar Cuci dan Cetak Film Foto Bersama Pak Nasir
pada Sep 28, 2017 | 17:04 WIB
Belajar Cuci dan Cetak Film Foto Bersama Pak Nasir
Ilustrasi roll film foto. (Wikipedia)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Fotografi analog memang bak primadona yang tak habis-habisnya dipuja. Meski terbilang lebih rumit ketimbang olah foto digital, namun sensasi mengokang dari kamera analog hati kepincut.

Buktinya, meski dunia tengah memasuki abad digital, masih ada sekumpulan orang yang setia dengan kekasih tercintanya, si kamera analog. Alhasil, para pecinta kokang tak perlu khawatir akan kebutuhan fotografi analog dewasa ini. Penyedia kebutuhan fotografi analog masih terus hadir hingga saat ini.

Sebut saja Nasir Foto, salah satu dari beberapa studio cuci cetak film foto yang ada di Bandung. Lokasinya berada di Jalan Tamansari, tak jauh dari kampus Universitas Islam Bandung. Namun di tempat ini, digital dan analog hidup beriringan di dalam toko berukuran 4x4 meter ini.

Kendati foto analog masih diminati, namun diakui Nasir – si empunya studio, permintaan cuci cetak film analog tak sesering foto digital. “Kebetulan ini lagi ada film yang dicuci. Soalnya kan enggak bisa ada setiap hari,” ujar Nasir ketika ditemui AyoBandung.

Bagaimana cara mencuci cetak foto?

Untuk mencuci foto, selain harus menyiapkan kamar segelap mungkin, rupa-rupa peralatan pun harus tersedia. Seperti alat pembesar foto, timer, larutan pengembang (developer), penyetop (stop bath) dan penetap (fixer), baskom kurang lebih lima buah, pinset dan kertas foto.

Nah, untuk urusan bahan kimia, Nasir menggunakan borax sebagai larutan pengembangnya, larutan asam cuka dapur yang dilarutkan dengan air untuk penyetop dengan perbandingan 1:8 dan Fuji Fix sebagai penetapnya.

Selanjutnya adalah proses pencucian film. Yang harus disiapkan adalah developer, stop bath dan fixer pada baskom yang berbeda. Kemudian, masukkan kertas foto ke larutan developer. Goyang-goyangkan kertas foto dengan menggunaka pinset selama beberapa menit hingga imaji terlihat. Lalu ambil kertas foto itu dan keringkan. Lantas, pindahkan kertas foto yang telah dikeringkan ke larutan stop bath untuk digoyang-goyangkan kembali. Lantas cuci dengan air dan masukkan ke larutan fixer. Lalu bilas dan keringkan.

Tahapan selanjutnya adalah mencetak foto. Siapkan kertas foto yang telah dicuci sebelumnya (negatif) dan kertas foto yang belum tercahayai (kertas foto yang akan dicetak). Kemudian siapkan kembali developerstop bath dan fixer pada baskom yang berbeda. Juga siapkan kaca bening ukuran 20x20.

Langkah pertama, yaitu ambil negatif dan kertas foto kosong yang belum tercahayai. Langkah kedua, ambil kaca bening, letakkan kedua kertas foto pada sisi yang berhadapan. Langkah ketiga, hadapkan sisi negatif dengan emulsi pada kertas foto kosong. Langkah keempat, letakkan pada alat pembesar foto, lalu sinari negatif dengan alat pembesar foto selama beberapa detik. Langkah kelima, masukkan kertas foto kosong ke larutan developer.

Langkah keenam, goyang-goyangkan kertas foto dengan menggunakan pinset selama beberapa menit, hingga imaji terlihat. Langkah ketujuh, ambil kertas foto tersebut dengan menggunakan pinset, keringkan, lalu pindahkan ke larutan stop bath dan goyang-goyangkan kembali kertas foto tersebut pada baskomnya. Langkah kedelapan, ambil kembali kertas foto, kemudian masukkan ke larutan fixer agar imaji yang tercetak bisa menetap. Langkah kesembilan, bilas kertas foto tersebut dengan air hingga bersih. Terakhir, keringkan kertas foto tersebut.

Lantas.. Selesai!

Bayangkan, dari sebuah kamar gelap, karya yang begitu bernilai dihadirkan. Selembar foto saja membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk menghasilkannya. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba fotografi analog dan mencuci film sendiri?

(Job/Nisrina Ninis)

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600