web analytics
12 Kebiasaan Absurd dari Generasi Millennial dan Kita Melakukannya!
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Sep 27, 2017 | 15:55 WIB
12 Kebiasaan Absurd dari Generasi Millennial dan Kita Melakukannya!
Ilustrasi generasi millennial. (Gfycat.com)

AYOBANDUNG.COM – Siapa saja itu generasi millennial? Bisa jadi saya, kamu, kalian dan kita semua adalah bagian dari generasi ini. Tak perlu gengsi untuk mengakui.

Atau jika kamu merasa bukan bagian dari generasi teranyar ini, maka mungkin kini adalah saatnya untuk kamu merangkul anggota generasi millennial yang jumlahnya sudah tak terhitung.

Berada dalam bagian generasi ini berarti kita tumbuh di titik puncak penggunaan Instagram dan WhatsApp. Generasi ini adalah generasi yang serba canggih. Tapi inilah cara hidup kita, dan generasi lain – yang merasa tidak masuk ke dalam bagian generasi millennial – barangkali saja tak akan memahaminya.

Coba periksa diri kamu dari beberapa poin di bawah yang menjelaskan hal-hal apa saja yang dilakukan generasi millennial, di mana hal-hal itu hanya akan dimengeri oleh mereka dan untuk mereka sendiri. Siapa tahu beberapa di antaranya atau semuanya adalah kamu!

 

Sakit kepala karena kebanyakan nonton film di Netflix, Hooq dan kawan-kawan

Nonton film layar lebar tak perlu susah-susah ke bioskop. Atau mau menonton film seri negeri seberang juga tak perlu berlangganan saluran TV kabel. Cukup mengunduh berbagai aplikasi nonton film yang tersedia, lantas generasi millennial bisa nonton film sepuas-puasnya sampai pusing. Sakit pala Barbie!

Bagaimana tidak pusing? Dalam satu hari waktu libur saja, kamu bisa pantengin layar gadget-mu hanya untuk menikmati siaran-siaran film yang tersedia. Modal kecepatan tinggi atau WiFi saja sudah tokcer. Mulai dari film seri 13 Reasons Why sampai film scifi fenomenal 2001 : A Space Oddyssey.

Memberikan “like” untuk foto mantan pacar barumu yang diunggah 35 minggu yang lalu

Mungkin tidak kamu nge-like foto seseorang yang diunggah di akun Instagramnya pada 35 minggu atau sekitar sembilan bulan lalu? Bagi generasi millennial jawabannya : MUNGKIN! Bahkan, mungkin, satu tahun yang lalu juga bisa ditemui.

Kemampuan stalking ala generasi millennial itu kelas wahab. Rekam jejakmu sejak bertahun-tahun yang lalu bisa saja ditemuinya.

Dan apakah kamu juga merasa sebagai bagian dari generasi millennial? Kalau kamu tetap menolak, coba deh ingat-ingat. Pernahkah kamu anteng dengan membuka Instagram lalu meng-scroll laman seseorang sampai ke unggahan yang paling awal? Yakin deh, pasti pernah kan?

InstaStory setiap waktu!

Jangan mengelak… Makan nasi sama tempe goreng karena ditinggal sendiri di rumah tanpa masakan ibu itu menyebalkan. Karena menyebalkan, maka kamu harus mengunggahnya ke InstaStory. Cukup sebuah foto atau video yang memperlihatkan sepiring nasi dan tempe ditambah dengan caption yang bikin orang-orang penasaran lalu merespon.

Generasi millennial itu senang berbagi kisah, kawan…

Marah-marah ketika supir Grab atau Gojek membatalkan penjemputan

Argh! Bisa gila! Si abang ngebatalin jemput. Terus gue naik apa ke kantor? Mana waktu udah mepet, tinggal 30 menit menjelang waktu masuk kantor. Berangkat pakai angkot perlu waktu lama kira-kira satu jam lebih sedikit. Apa daya, siap-siap saja dimarahi si bos karena telat masuk kantor.

Gimana? Sudah mulai merasa ketergantungan dengan supir-supir transportasi online itu?

Nge-scroll Twitter sampai bawah di momen-momen pribadi

Buang air besar itu butuh waktu agak lama kan? Yah, minimal 10 – 15 menit lah. Terus ngapain di dalam toilet? Nyanyi-nyanyi? Melamun? Ah, itu cara lama. Sekarang tinggal bawa saja gadget-mu ke dalam toilet buat menemani kamu buang air besar. Gampang, ada banyak cuitan Twitter yang bisa kamu pantau ketika kamu sedang buang air besar. Lagian, sayang juga kan kalau ketinggalan informasi teranyar? Secara kamu harus selalu update atas info-info terbaru. Harus jadi orang yang paling tahu.

Lagipula, mainan gadget di toilet itu lumayan lah buat pelipur lara di kala buang air besar…

Mengirim pesan hanya dalam bentuk emoticon

Ada berapa emoticon yang tersedia di aplikasi-aplikasi messenger? Jawabannya, banyak. Mau bilang “Astaga, kamu lucu banget bikin ngakak”, ya tinggal beri saja emoticon ROFL. Tenang saja, emoticon yang satu itu mewakili tawa terbahak-bahakmu kok. Lihat saja, seseorang berwujud kuning dan bulat itu sampai guling-guling mengibas-ngibaskan kakinya sambil mengeluarkan air mata tanda tak tahan. Sip.

Teriak-teriak kaya orang gila karena handphone-mu ketinggalan di rumah

Ya ampun.. Apa kabar hidup jika tanpa handphone? Mau pesan Grab atau Gojek ya susah. Terus kalau lagi bete nungguin antrean salon harus ngapain? Enggak bisa liat kiriman-kiriman InstaStory teman-teman dong.

Terus pas di salon tiba-tiba lapar, tapi warung nasi nun jauh di sana. Semua pegawai salon juga sibuk enggak bisa dimintai bantuan. Mau pesan makanan pakai Go-Food, enggak bisa dong?

Terus habis dari salon rencananya mau liat Pennywise di film It, tapi diputar jam berapa aja ya? Nanti kalau berangkat langsung tahunya filmnya udah keburu diputar atau malah harus nunggu lama banget di bioskop. Kan harus lihat jadwal tayangan bioskop dulu di internet.

Membutuhkan waktu 10 menit untuk mengedit foto yang mau diunggah ke Instagram

Oke. Setelah ceklak-ceklek, tentu jangan langsung unggah. Coba diedit dulu biar gambarnya makin ciamik. Banyak sekali filter-filter milik beberapa aplikasi edit foto yang tersebar di PlayStore. Yang paling favorit jelas VSCO, yang bisa ngasih warna ala-ala vintage atau sedikit siraman vignete di sudut-sudut foto biar terlihat seperti difoto dengan kamera Holga.

Kalau sudah ciamik betul, baru deh unggah. Yah, kira-kira butuh waktu sekitar 10-15 menit lah sebelum mengunggahnya. Siapa tahu kan setelah diunggah tahunya foto itu bisa mendapatkan ratusan like…

Selalu cari tempat yang ada WiFi-nya

Kemana pun dan dimana pun koneksi internet harus selalu ada kan ya? Mau nongkrong di kafe, lihat-lihat dulu, kafe yang nganu ada WiFi-nya dan colokannya enggak ya. Kalau enggak ada, ganti tempat deh.

Membikin meme setiap momen kocak yang dialami teman

Nah yang satu ini butuh sedikit kreativitas yang lebih tinggi. Jangankan momen kocak yang dialami teman, momen yang dialami para pejabat saja langsung dibuatkan meme. Lalu disebar. Lalu kita merayakannya!

Menyadari kalau semua kabar teranyar kamu dapatkan dari Twitter

Ini judulnya “menuhankan” tagar. Mau cari informasi tentang kericuhan di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dua pekan silam, tinggal cek saja tagar #DaruratDemokrasi yang berlanjut kepada #DaruratPKI. Mudah, bukan?

Jangankan masyarakat umum, kebanyakan wartawan zaman sekarang saja dengan mudahnya menjadikan cuitan-cuitan di Twitter yang berdasarkan tagar untuk dijadikan bahan berita. Termasuk, saya si penulis.

Membenci stereotip tentang generasi millennial

Gimana? Kamu kesal enggak membaca poin-poin di atas? Enggak terima disebut begitu? Enggak apa…

 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600