web analytics
Polemik Pengadaan Senjata, Upaya Adu Domba untuk Bikin Indonesia Gaduh
pada Sep 25, 2017 | 16:52 WIB
Polemik Pengadaan Senjata, Upaya Adu Domba untuk Bikin Indonesia Gaduh
Capture tagar #PanglimaTantangBIN di Twitter.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Semua pihak kini diminta waspada terhadap upaya-upaya pihak ketiga yang mencoba mengadu domba antara Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepolisian Republik Indonesia dan Badan Intelijen Negara alias BIN.

“Dari penelusuran dengan metode open source intelligence, operasi adu domba ini menggunakan medsos,” ujar Pengamat Intelijen Ridlwan Habib di Jakarta, Senin (25/9/2017) sebagaimana dilansir dari ANTARA.

Situasi politik nasional kembali menghangat terkait polemik pengadaan senjata. Sejak Sabtu (23/9/2017) tagar #PanglimaTantangBIN sempat menjadi trending topic di Twitter.

Terkait pengadaan senjata itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan jika itu terjadi lantaran adanya komunikasi yang belum tuntas.

"Dari penelusuran saya, itu menggunakan auto bot, mesin, bukan akun asli," kata alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Tagar #PanglimaTantangBIN itu menggunakan link url sebuah berita di laman www.perangbintang.com. "Setelah saya cek, website itu di-hosting dari luar negeri," kata Ridlwan. Laman itu beralamat di Naples, Florida, Amerika Serikat. “Ada intensi dari pembuat situs untuk menyamarkan penjejakan,” tambahnya.

Lalu pada Minggu (24/9/2017), isu semakin panas karena beredar berita melalui WhatsApp yang mengutip konten dalam laman PerangBintang. Berita itu menyematkan wawancara bersama Kepala BIN. Padahal, kata Ridlwan, wawancara itu fiktif dan tidak pernah ada.

Selain BIN, lanjut Ridlwan, akun-akun anonim juga memanaskan situasi dengan seolah-olah menuduh Polri mempunyai senjata ilegal. Bahkan dengan gambar-gambar hoax. Misalnya saja muncul unggahan yang menunjukkan tumpukan gambar senjata AK-47 yang disebut-sebut milik Polri. Setelah ditelusuri, katanya lagi, gambar tumpukan senjata itu merupakan senjata dalam konflik Yaman di tahun 2016. "Jadi memang tujuannya adu domba dengan modal gambar hoax," katanya.

Ridlwan menilai isu ini adalah upaya pecah belah oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh dan pembangunan di Indonesia pun terganggu. Tujuannya agar masyarakat saling curiga termasuk personel di dalam kepolisian, BIN, dan TNI.

"Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu-isu, sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah. Ini sangat berbahaya," jelas Ridlwan.

Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak sebelum menyebar kabar di media sosial.

Source: Antara

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600